Kader AMI Kepri Siap Gabung Aksi Unjuk Rasa, Kepung PT McDermott Batam
Strighttimes -Gelombang tekanan terhadap PT McDermott Indonesia di Batam terus membesar. Kali ini kader Aliansi Anak Muda Indonesia (AMI) Kepri menyatakan kesiapan bergabung dalam aksi unjuk rasa besar-besaran di Kota Batam. Aksi ini digelar untuk menuntut pertanggungjawaban perusahaan dalam penyelesaian hak-hak buruh yang dinilai diabaikan.
Pernyataan sikap disampaikan langsung oleh Ketua PW AMI Kepri, Kurnia Fajrison, dalam konferensi pers Minggu (3/8/2025), yang menyebutkan bahwa gerakan mereka adalah bentuk solidaritas terhadap 60 orang pekerja jasa keamanan yang sudah dua tahun tidak mendapatkan kompensasi dari perusahaan multinasional tersebut.
“Kami tidak tinggal diam. Ini soal keadilan dan kemanusiaan di Kota Batam. Ketika korporasi menindas buruh dan pemerintah seakan bungkam, maka AMI harus berdiri paling depan. Kami akan all out, katanya tegas.
Menurutnya, kehadiran kader AMI akan memperkuat barisan massa aksi yang sebelumnya telah digalang oleh berbagai elemen mahasiswa, buruh, dan organisasi pemuda di Kepri.
Aksi dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, 4–5 Agustus, di depan kawasan industri tempat PT McDermott beroperasi. Namun jika tidak ada respons konkret, mereka menyatakan siap untuk melakukan aksi berjilid-jilid hingga pihak perusahaan benar-benar bertanggung jawab atas apa yang telah mereka abaikan.
“Ini bukan sekadar protes. Ini bentuk kekecewaan yang telah mengendap lama di tengah masyarakat. Ketika suara pekerja tidak digubris, dan mereka diabaikan selama bertahun-tahun, maka wajar bila kepercayaan terhadap perusahaan itu runtuh. Kami hadir karena rasa marah dan kecewa rakyat sudah tak terbendung.
“Bila dua hari tak selesai, kami akan jadikan ini gerakan berkelanjutan. Kami akan lawan arogansi yang merendahkan nilai-nilai keadilan,” tegas Fajrison.
Ia juga menyebutkan, aksi ini menjadi cermin dari keresahan yang lebih luas masyarakat yang merasa bahwa kepentingan korporasi besar sering kali lebih diutamakan daripada hak dasar pekerja lokal.
Selain itu, AMI Kepri menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menyuarakan hak-hak buruh, tetapi juga untuk menolak segala bentuk arogansi korporasi yang merugikan masyarakat lokal dan buruh sebagai tulang punggung industri di Kepri terkhusu di Kota Batam.
Pihak kepolisian disebut telah menerima surat pemberitahuan aksi dan saat ini tengah menyiapkan pengamanan untuk memastikan aksi berlangsung damai dan menghindari potensi gesekan.

