Acara Pelantikan Sukses, Ketua Panitia PW GP Ansor Kepri Rizki Firmanda Sampaikan Ucapan Terimakasih dan Apresiasi Serta Siap Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
StrightTimes — Suksesnya pelantikan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Kepulauan Riau di Golden View Hotel, Batam, pada 29 Juli 2025, menjadi momentum bersejarah bagi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di wilayah perbatasan ini. Tak hanya menjadi ajang konsolidasi, pelantikan ini juga memantapkan posisi PW GP Ansor sebagai kekuatan pemuda yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dan pelopor perubahan sosial.
Di balik suksesnya acara, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris PW GP Ansor Kepri, Rizki Firmanda, menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, Kapolda Kepri yang diwakili Dirintelkam Kombes Pol Agung Budi Leksono, S.I.K., S.H., M.Pd., Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K. Wakabinda Kepri, jajaran SKPD, tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda serta seluruh stakeholder yang turut memberi dukungan, termasuk Golden View Hotel yang telah memfasilitasi pelaksanaan acara dengan sangat baik,” ujar Rizki Firmanda.

Rizki juga mengapresiasi kehadiran para aktivis mahasiswa, organisasi kepemudaan lintas sektor, dan para tamu undangan dari berbagai kalangan.
“Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan lintas generasi dan lintas organisasi masih hidup. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi kami di PW GP Ansor Kepri untuk melangkah ke depan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen baru untuk bergerak bersama masyarakat dan pemerintah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah baik di tingkat provinsi Kepri maupun kabupaten/kota, khusus BP Batam demi mewujudkan Kepulauan Riau yang lebih maju, inklusif, dan berkeadaban,” tandasnya.
PW GP Ansor Kepri kini bertekad mengambil peran yang lebih aktif dalam membangun narasi positif dan menjadi aktor transformasi sosial di tengah masyarakat Kepri. “Kita akan fokus pada kerja-kerja pemberdayaan, kaderisasi yang berkualitas, serta advokasi terhadap isu-isu strategis seperti pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga penguatan ideologi kebangsaan,” jelas Rizki.

Rizki juga menekankan bahwa sinergi bukan berarti kehilangan identitas gerakan. GP Ansor tetap akan menjaga independensi dalam bersikap, namun terbuka untuk bekerja sama dalam semangat membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan semangat kebangsaan.
“Kami percaya, perubahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Maka, GP Ansor hadir bukan sebagai pesaing, tapi sebagai penggerak dan mitra strategis pembangunan,” ungkapnya
Rizki menilai bahwa tantangan pemuda ke depan semakin kompleks, mulai dari degradasi nilai kebangsaan, ancaman intoleransi, hingga persoalan sosial ekonomi yang menghantui generasi muda di daerah perbatasan. “Di tengah tantangan itu, GP Ansor harus hadir sebagai pelindung nilai, bukan sekadar penonton. Kita harus tampil dengan narasi yang solutif, bukan reaktif,” ujar Rizki. Ia menambahkan bahwa pelantikan ini menjadi titik tolak konsolidasi kader agar tidak hanya militan dalam gerakan, tetapi juga cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.

Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi kaderisasi di tubuh GP Ansor Kepri, agar mampu mencetak pemimpin muda yang tidak hanya loyal pada organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas menjawab tantangan zaman.
“Kita harus berani mendobrak zona nyaman. PW GP Ansor Kepri tidak boleh stagnan. Kaderisasi harus menjangkau kampus, pesantren, dan ruang publik lainnya, agar semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kerja-kerja kebangsaan,” tegas Rizki dengan nada optimistis.
Di akhir pernyataannya, Rizki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan PW GP Ansor Kepri sebagai rumah bersama dalam membangun peradaban di wilayah perbatasan.
“Kami membuka diri untuk semua kolaborasi. Mari kita jaga Kepri, bukan hanya dengan kerja-kerja fisik, tapi juga dengan gagasan, dengan cinta, dan dengan keberanian untuk menjaga nilai-nilai kebaikan,” tutupnya.

