Ria Saptarika Ajak Masyarakat Jaga Ruang Publik dan Tegakkan Nilai Kebangsaan
Strighttimes -Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Ria Saptarika, kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini digelar bersama warga RW 05 Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, di Nada Seafood Restaurant, Patam Lestari, Rabu (30/7).
Acara yang dihadiri ratusan warga dari berbagai latar belakang ini menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Sosialisasi 4 Pilar ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian dari membangun kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan, taat hukum, dan aktif membangun daerah,” ujar Ria, yang juga pernah menjabat Wakil Wali Kota Batam periode 2006–2011.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya maraknya reklame liar yang merusak estetika kota dan merugikan pelaku usaha yang taat aturan.
“Spanduk dan baliho ilegal dipasang sembarangan, bahkan di tiang listrik dan pohon taman. Ini melanggar aturan dan membahayakan keselamatan,” ungkap Surya, salah seorang ketua RT.
Menanggapi hal itu, Ria menyampaikan keprihatinan dan mendesak Pemko Batam serta OPD terkait untuk menertibkan reklame ilegal secara tegas dan konsisten.
“Reklame liar bukan hanya soal estetika, tapi juga soal keadilan. Jangan sampai yang tertib justru kalah bersaing dengan yang sembarangan tempel. Penegakan hukum harus berjalan, dan masyarakat harus berani melapor jika menemukan pelanggaran,” tegasnya.
Di akhir acara, Ria mengajak warga menjadi bagian dari gerakan moral menjaga ruang publik dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar bukan hanya untuk dihafal, tapi diamalkan. Mulailah dari hal kecil—menjaga kebersihan, melawan hoaks, peduli lingkungan. Itulah bentuk cinta Pancasila dan NKRI,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Ria juga menyinggung persoalan strategis yang tengah dihadapi Kota Batam, seperti tumpang tindih lahan, konflik reklamasi, hingga banjir yang terus berulang.
“Batam ini kota maju, tapi tantangannya kompleks. Tanpa gotong royong dan saling menghormati, keadilan dan keberlanjutan pembangunan sulit tercapai,” tutupnya.
Menurut Ria, implementasi nilai-nilai Empat Pilar harus menjadi dasar dalam menyelesaikan persoalan daerah secara berkeadaban dan inklusif, melibatkan seluruh elemen pemerintah, aparat, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil. (*)

