Dubes RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Jauhari Oratmangun, Apresiasi Pertukaran Budaya Indonesia–Tiongkok di Batam: Perkuat Diplomasi Antarbangsa
StrightTimes— Kota Batam akan menjadi tuan rumah ajang budaya internasional bertajuk Pertukaran Seni dan Budaya Indonesia–Tiongkok yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Agustus 2025 di Megamall Batam Center.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perkumpulan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepulauan Riau dan diharapkan menjadi panggung kolaborasi budaya antarbangsa sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui seni & budaya dan pendidikan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Jauhari Oratmangun, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan pertukaran seni dan budaya antara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Indonesia, dengan China Fengxian Chongqing yang akan berlangsung di Kota Batam.
Dalam sambutan resminya dari Beijing, Kamis (31/07/2025), Jauhari menyampaikan rasa bangga dan harapannya atas kegiatan yang menurutnya mampu mempererat hubungan diplomatik melalui pendekatan budaya antarmasyarakat.
“Hubungan antarnegara akan semakin kuat apabila hubungan antarmanusia juga diperkuat, salah satunya melalui pertukaran budaya seperti ini,” ujar Jauhari.
Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga bentuk nyata dari diplomasi kebudayaan yang dapat memperdalam kerja sama bilateral Indonesia dan Tiongkok di berbagai sektor, terutama di tingkat lokal dan komunitas akar rumput.
“Saya menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan selamat atas penyelenggaraannya. Semoga berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak,” tambahnya.
Dubes Jauhari juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini mencerminkan wajah Indonesia yang terbuka, damai, dan kaya keberagaman. Ia berharap Batam bisa terus menjadi simpul penting dalam membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.
Mengakhiri sambutannya, Jauhari menyampaikan salam hangat kepada seluruh peserta dan masyarakat Kepulauan Riau dari Beijing, seraya menekankan bahwa diplomasi budaya adalah fondasi kuat menuju kemitraan yang saling menguntungkan.

