Sosok Marselly Erviana, Perempuan GEMA INTI Kepri yang Menginspirasi dari Batam hingga di Panggung AYEC Kuala Lumpur dengan Visi Besar untuk UMKM Indonesia
StrightTimes – Di antara wajah-wajah muda yang berangkat mewakili Indonesia di panggung ASEAN Young Entrepreneurs Conference (AYEC) 2025 di Kuala Lumpur, ada satu sosok perempuan tampil dengan aura keteguhan dan semangat yang mengalir.
Ia adalah Marselly Erviana SE, Bendahara Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI) Kepulauan Riau, seorang ibu dua anak yang berhasil memadukan peran keluarga, organisasi, dan perjuangan untuk mengangkat potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air.
Marselly tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran. Pendidikan formalnya ia tempuh di Universitas Putra Batam (UPB), jurusan Manajemen, yang kelak menjadi bekal penting dalam mengelola tanggung jawab di organisasi. Meski telah lama menyelesaikan studi, semangat belajarnya tak pernah padam. Baginya, setiap pengalaman adalah kelas baru untuk mengasah kemampuan.
Menjadi Bendahara GEMA INTI Kepri membuktikan bahwa kepercayaan diperoleh dari konsistensi dan integritas. Ia dikenal teliti, transparan, dan disiplin dalam mengelola keuangan organisasi. Di tangan seorang bendahara, angka bukan sekadar catatan transaksi, melainkan cerminan kepercayaan dan kredibilitas organisasi di mata anggotanya.

Perannya di GEMA INTI Kepri semakin menguat ketika ia bergabung dalam rombongan Delegasi GEMA INTI KEPRI bersama GEMA INTI Nasional yang dipimpin Ketua Umum Gema INTI Nasional Ketut Rendy Setiawan menuju Kuala Lumpur untuk mengikuti acara AYEC 15-16 Agustus 2025.
Konferensi ini mempertemukannya dengan para pengusaha muda dari seluruh ASEAN, membuka pintu bagi pertukaran gagasan, inspirasi, dan kolaborasi lintas negara. Bagi Marselly, forum internasional ini adalah kesempatan untuk membawa pulang wawasan yang akan bermanfaat bagi anak-anak muda dan pelaku UMKM di Kepulauan Riau.
Namun, jalan yang ia tempuh tidak selalu mulus. Mengatur ritme antara keluarga, organisasi, dan perjalanan luar negeri adalah ujian tersendiri. Ada saatnya ia harus mengorbankan waktu pribadi demi tugas organisasi, dan di lain waktu ia membawa pekerjaan ke tengah-tengah kesibukan rumah tangga. Di sinilah ia menemukan keseimbangan menjalani peran ibu dengan kasih sayang, sambil memimpin dengan ketegasan dan visi yang jelas.
Inspirasi Marselly berakar pada keyakinan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah kunci kemajuan daerah. Ia melihat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian yang perlu terus diberdayakan, tidak hanya lewat modal, tetapi juga akses pasar, pendampingan, dan jejaring bisnis. Misinya jelas menghubungkan pelaku UMKM Kepri dengan peluang yang lebih luas, termasuk akses ke pasar ASEAN yang potensinya luar biasa.
Baginya, menjadi pengurus organisasi bukan hanya soal jabatan atau gelar. Ini adalah panggilan untuk memberi, menggerakkan, dan membuka jalan bagi orang lain. Ia ingin anak-anak muda, khususnya perempuan, berani mengambil peran di ruang publik, memimpin, dan membuktikan bahwa suara mereka layak didengar.
“Jangan tunggu semua sempurna untuk memulai. Justru dari perjalanan itulah kita belajar dan menjadi kuat,” ujarnya.
Marselly Erviana membawa lebih dari sekadar nama GEMA INTI Kepri. Ia membawa cerita tentang keberanian seorang perempuan, dedikasi seorang ibu, dan misi mulia seorang pemimpin untuk mengangkat UMKM Indonesia ke level yang lebih tinggi. Sebuah kisah yang membuktikan bahwa inspirasi bisa lahir dari keseharian, tumbuh bersama tantangan, dan berbuah manis di panggung dunia.
Melalui forum internasional seperti AYEC, ia ingin membuka jendela baru bagi mereka menghadirkan peluang kemitraan, memperluas jejaring distribusi, dan memperkenalkan produk-produk lokal Kepri ke pasar global. Bagi Marselly, keberhasilan UMKM bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga kebanggaan daerah dan identitas bangsa.
Visinya sederhana namun penuh kekuatan UMKM Indonesia harus percaya diri bersaing di tingkat ASEAN bahkan dunia. Di setiap interaksi dan diskusi di AYEC, ia tak hanya menyerap ide, tetapi juga menyuarakan kisah-kisah inspiratif pengusaha kecil dari Batam yang pantang menyerah.
Ia yakin, ketika UMKM diberi dukungan yang tepat, mereka akan menjadi motor penggerak ekonomi yang kokoh. Dan dari langkahnya di Kuala Lumpur, Marselly berharap inspirasi ini akan menular, membangkitkan semangat generasi muda untuk ikut membangun ekonomi bangsa dari akar rumput. (Oki)

