Lima Pemuda-Pemudi Terbaik Kepri Tembus Panggung ASEAN Young Entrepreneurs Conference di Kuala Lumpur, Bawa Misi UMKM Lokal ke Pasar Global
StrightTimes – Lima pemuda-pemudi terbaik Kepulauan Riau (Kepri) berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengharumkan nama daerah dan Indonesia. Mereka adalah perwakilan Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI) Kepri yang bergabung bersama GEMA INTI Nasional dalam ajang bergengsi ASEAN Young Entrepreneurs Conference pada 15–16 Agustus 2025.
Dipimpin langsung Ketua Umum GEMA INTI Nasional, Ketut Rendy Setiawan, delegasi ini terdiri dari Ketua GEMA INTI Kepri Febri Jaya, Willy Santoso, Marselly Erviana, Tan Nofriazis, dan David Beckham. Mereka tak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi membawa misi strategis yaitu memperluas jejaring bisnis lintas negara dan mempromosikan produk unggulan UMKM Kepri serta Indonesia ke pasar ASEAN dan mitra global.
“Kami membawa semangat Merah Putih dan nilai-nilai Sumpah Pemuda ke forum ini. Tujuannya jelas: agar UMKM Kepri dan Indonesia mampu bersaing kompetitif di pasar ASEAN,” tegas Febri Jaya, Jumat (15/8/2025) di Kuala Lumpur.
Sebelum forum dimulai, Kamis malam (14/08/2025) delegasi dari Kepri telah menghadiri jamuan khusus yang mempertemukan para pengusaha muda dari berbagai negara ASEAN, termasuk Malaysia, Singapura, Vietnam, serta mitra dari Tiongkok dan Jepang.
Dengan posisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, Febri optimistis potensi ekspor UMKM daerah sangat besar. Produk-produk seperti makanan olahan laut, kerajinan batik, dan desain kreatif digital menjadi sektor unggulan yang berpeluang menembus pasar regional.
Forum ini, menurut Febri, bukan hanya ruang belajar dan berbagi, tapi juga “panggung pembuktian” bahwa pelaku UMKM dari daerah bisa menembus pasar global jika diberikan akses, dukungan, dan jaringan yang tepat.
“Kami menginginkan hasil konkret. Forum ini memberi kesempatan berdialog langsung, membangun kepercayaan, dan menemukan mitra potensial yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. Inilah yang akan membawa UMKM kita naik kelas,”, katanya
Dengan membawa semangat kolaborasi dan daya juang khas anak muda Kepri, lima delegasi ini hadir bukan sekadar sebagai peserta forum, tetapi sebagai duta UMKM daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk dari daerah perbatasan seperti Kepri bisa bersaing di pasar global, asalkan punya kualitas dan strategi pemasaran yang tepat,” jelas Febri Jaya
Kesempatan berinteraksi langsung dengan pengusaha muda dari Malaysia, Singapura, Vietnam, hingga Jepang dimanfaatkan maksimal oleh delegasi ini.
Mereka bakal mempresentasikan potensi bisnis Kepri, menjelaskan keunggulan produk lokal, dan membuka ruang negosiasi untuk distribusi lintas negara yang menunjukkan peluang ekspor ke negara-negara ASEAN.
Keikutsertaan dalam ASEAN Young Entrepreneurs Conference di Kuala Lumpur ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi UMKM Kepri untuk menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
Dengan posisi geografis Kepri yang strategis, kedekatan budaya dengan negara tetangga, serta kekayaan sumber daya alam, para delegasi optimistis potensi UMKM lokal akan lebih diakui di kancah internasional.
“Kami tidak ingin pulang dengan tangan kosong. Target kami adalah membawa pulang komitmen kerja sama nyata yang bisa langsung dirasakan pelaku usaha di daerah,” tegas Febri. (*)

