Menuju Muscab 2026, AMI Kepri Usung Hendrik sebagai Nahkoda Baru Pimpin PKB Batam, Fajrison: Kader Ideologis, Matang Strategi, Teruji di Arena Politik, dan Arsitek yang Piawai dalam Pemenangan PKB Batam
StrightTimes – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan pada tahun 2026, dinamika konsolidasi organisasi mulai menguat di tubuh organisasi sayap yang berada di bawah naungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Anak Muda Indonesia (AMI) Kepri, organisasi yang secara struktural dibina langsung oleh Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmennya untuk mendorong proses estafet kepemimpinan kepada kader terbaik partai, sebagai bagian dari regenerasi politik yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, nama Hendrik, kader PKB yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Batam, mencuat sebagai figur yang dinilai paling layak untuk memimpin organisasi ke depan. Hendrik dipandang memiliki rekam jejak politik yang matang, kedekatan ideologis dengan garis perjuangan PKB, serta kemampuan membangun komunikasi lintas elemen, baik internal partai maupun dengan masyarakat luas.
Organisasi AMI secara tegas menyatakan sikap politiknya. Melalui mekanisme internal dan pertimbangan objektif, AMI bersepakat akan mengajukan rekomendasi resmi kepada Ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau Rocky Marciano Bawole, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Hendrik dalam kontestasi Muscab mendatang.
“Rekomendasi ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan cerminan dari aspirasi kader yang menginginkan kepemimpinan visioner, progresif, dan berakar kuat pada kepentingan rakyat”, ujar Ketua DPW AMI Kepri, Kurnia Fajrison, Senin (2/02/2026).

Fajrison menilai Hendrik sebagai sosok kader yang merepresentasikan semangat politik PKB yang inklusif dan transformatif. Menurutnya, Hendrik bukan hanya memiliki legitimasi struktural sebagai wakil rakyat, tetapi juga legitimasi moral sebagai kader yang tumbuh dan berproses bersama basis akar rumput.
“Dalam pandangan kami, Hendrik adalah figur yang memahami denyut nadi organisasi dan tantangan politik ke depan. Ia memiliki kapasitas kepemimpinan, konsistensi ideologis, serta keberanian mengambil keputusan strategis. Inilah yang dibutuhkan organisasi dalam menyongsong agenda-agenda besar PKB di masa mendatang,” ujar Kurnia Fajrison.
Lebih lanjut, Kurnia menegaskan bahwa Muscab 2026 harus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan barisan, bukan sekadar pergantian figur. Oleh karena itu, estafet kepemimpinan harus diberikan kepada kader yang mampu menjaga marwah organisasi, memperluas basis dukungan, serta mengakselerasi peran organisasi sebagai mesin kaderisasi dan perjuangan politik PKB di daerah.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari organisasi dan kader, nama Hendrik kini menjadi simbol harapan baru bagi penguatan struktur dan gerakan PKB di Kota Batam. Muscab 2026 pun diproyeksikan menjadi panggung penting bagi lahirnya kepemimpinan yang solid, berintegritas, dan siap mengawal visi besar PKB sebagaimana digariskan oleh Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar.
Dalam perjalanan politiknya, Hendrik dikenal sebagai kader yang teruji melalui kontestasi elektoral, khususnya dalam Pemilihan Calon Legislatif (Pileg). Keterpilihannya sebagai Anggota DPRD Kota Batam tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses konsolidasi basis pemilih yang kuat, kerja-kerja politik yang terstruktur, serta pendekatan langsung kepada masyarakat di daerah pemilihan. Hendrik dinilai mampu membaca peta koalisi, mengelola potensi konflik internal, dan mengoptimalkan peran struktur partai secara efektif.
Lebih jauh ungkap Fajrison, Hendrik juga dinilai piawai dalam membangun sinergi antara struktur partai, organisasi sayap, dan relawan. Dalam berbagai kontestasi, ia menempatkan organisasi kepemudaan dan sayap partai sebagai mesin sosial-politik yang tidak hanya bekerja saat pemilu, tetapi juga hadir dalam kegiatan kemasyarakatan sehari-hari. Model ini dinilai efektif dalam menjaga loyalitas pemilih sekaligus memperluas basis dukungan jangka panjang.
Dengan bekal pengalaman elektoral tersebut, Hendrik dipandang sebagai figur yang memahami secara utuh siklus politik, mulai dari kaderisasi, konsolidasi, hingga pemenangan. Bagi AMI Kepri, kepemimpinan Hendrik di tingkat cabang bukan hanya soal figur, tetapi investasi strategis untuk memperkuat posisi PKB dalam menghadapi agenda-agenda besar politik ke depan, termasuk Pileg dan Pilkada berikutnya. Inilah yang menjadikan dukungan terhadap Hendrik bukan sekadar pilihan politik, melainkan keputusan strategis berbasis pengalaman dan peta pemenangan yang terukur.
Menutup pernyataannya Fajrison mengatakan, AMI Kepri menegaskan bahwa dukungan terhadap Hendrik hasil dari evaluasi menyeluruh atas kapasitas, rekam jejak, dan visi politik yang dimilikinya. Bagi AMI, Hendrik adalah kader yang telah teruji dalam kontestasi, matang dalam membaca peta pemenangan, serta konsisten menjaga garis perjuangan partai.
“Dengan kombinasi legitimasi struktural, kekuatan basis akar rumput, dan pengalaman strategis, AMI Kepri meyakini Hendrik merupakan figur yang paling layak dan relevan untuk memimpin organisasi ke depan, sekaligus menjadi lokomotif penguatan PKB di Kota Batam dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks”, tutupnya

