KOMANDO Peduli Nusa Tenggara Timur, Driver Online Batam Turun ke Jalan Galang Dana: “Tidak Harus Sedarah untuk Bersaudara”
StrightTimes — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan keluarga besar KOMANDO (Komunitas Andalan Driver Online Kota Batam. Selasa (8/9/2026), para driver online turun ke sejumlah ruas jalan dan persimpangan lampu merah di Kota Batam untuk menggalang dana bagi saudara-saudara mereka di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan mengusung semangat “Dari Batam untuk Indonesia”, aksi kemanusiaan bertajuk KOMANDO Peduli NTT tersebut digelar di lima titik lampu merah di Kota Batam.
Kegiatan dimulai pada pagi hari di Lampu Merah SP Batu Aji. Selanjutnya, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, aksi dilanjutkan di sejumlah titik lainnya, yakni Lampu Merah Baloi Center, Gelael, Poluk Habibie, dan Kaliban.
Para driver online rela berdiri di bawah terik matahari, menyusuri persimpangan dan mengetuk hati para pengguna jalan. Kotak-kotak donasi dibawa sebagai simbol sederhana bahwa kepedulian tidak harus datang dari mereka yang memiliki banyak harta.
Sebagian besar anggota KOMANDO merupakan pekerja yang setiap hari mengandalkan jalanan untuk mencari nafkah. Mereka bukan orang-orang yang memiliki kekayaan berlimpah. Namun bagi mereka, keterbatasan bukan alasan untuk menutup mata ketika saudara sebangsa sedang membutuhkan bantuan.
“Kami sadar mungkin kami bukan orang-orang yang memiliki banyak harta. Sebagian besar dari kami hanyalah driver online yang setiap hari mencari rezeki di jalanan. Tetapi kami percaya, membantu sesama tidak harus menunggu menjadi orang kaya,” demikian pesan yang disampaikan dalam gerakan tersebut.
Di tengah panas matahari dan padatnya lalu lintas, mereka memilih berdiri untuk sebuah tujuan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Mereka membawa kotak donasi bukan sekadar untuk mengumpulkan uang, melainkan untuk mengetuk hati masyarakat Kota Batam agar bersama-sama memberikan perhatian kepada saudara-saudara di NTT.
KOMANDO mengajak siapa pun yang melintas di titik-titik penggalangan dana tersebut untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Tidak ada patokan mengenai besar kecilnya bantuan.
Seribu rupiah, lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, atau berapa pun yang diberikan dengan keikhlasan diyakini dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Sebab bagi KOMANDO, nilai sebuah bantuan tidak hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada ketulusan orang yang memberikannya.
NTT mungkin berjarak ribuan kilometer dari Batam. Namun jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi rasa kemanusiaan.
Perbedaan daerah, suku, agama maupun latar belakang juga tidak seharusnya membuat sesama anak bangsa saling berjarak.
Ketika satu bagian dari Indonesia sedang terluka, bagian Indonesia yang lain seharusnya ikut merasakan dan mengulurkan tangan.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian para driver online Batam yang ingin menunjukkan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pengantar penumpang ataupun pencari nafkah di jalan.
Ketika masyarakat membutuhkan, mereka juga ingin hadir sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan.
KOMANDO menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, doa, serta bantuan terhadap gerakan KOMANDO Peduli NTT.
Setiap rupiah yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara di NTT sekaligus menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat yang telah menyisihkan rezekinya.
Dari Batam, pesan kemanusiaan itu disampaikan dengan sederhana, tetapi penuh makna:
“Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendiri. Dari ujung barat Indonesia, dari Kota Batam, ada saudara-saudara kalian yang ikut merasakan kesulitan, ikut mendoakan dan ikut mengulurkan tangan.”
Karena pada akhirnya, persaudaraan tidak selalu lahir dari hubungan darah.Tidak harus sedarah untuk bersaudara. (*)

