Ketum PKSS Akhmad Rosano Dorong Amsakar Akhmad Kembalikan Rute Penerbangan Batam–Makassar: Jangan Biarkan Warga Batam dan Sulawesi Selatan Sumbang Pendapatan ke Singapura
– Ketua Umum Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS), Akhmad Rosano, mendorong serta menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang kini dipimpin oleh Amsakar Achmad, dapat memperjuangkan kembali dibukanya rute penerbangan langsung Batam–Makassar.
Menurut Rosano, jalur penerbangan tersebut dulunya sempat aktif dan menjadi urat nadi mobilitas warga asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Batam dan pulau-pulau sekitarnya. Namun, rute itu hilang dari jadwal penerbangan, menyebabkan banyak warga harus menempuh rute tidak efisien melalui Singapura, Surabaya, atau Jakarta.
“Hari ini saya berkomunikasi langsung dengan Bapak Wali Kota Batam, yang juga Kepala BP Batam, Bapak Amsakar, selama hampir setengah jam melalui sambungan telepon,” ujar Rosano, Senin (13/10/2025).
Dalam pembicaraan tersebut, Rosano menyampaikan keluhan terkait hilangnya rute penerbangan langsung Batam–Makassar yang sebelumnya pernah ada. Akibatnya, warga Batam yang ingin menuju Makassar kini harus menempuh jalur tidak efisien.
“Sekarang kalau mau ke Makassar dengan cepat, warga justru harus nyebrang dulu ke Singapura itupun bagi yang mempunyai paspor, baru lanjut ke Makassar. Dari Singapura ke Makassar penerbangannya langsung, tanpa transit. Ironisnya, ini justru membuat kita memberikan pemasukan kepada negara tetangga,” jelas Rosano.
Padahal, lanjutnya, jika rute Batam–Makassar diaktifkan kembali, bukan hanya akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan dibandingkan rute Batam–Surabaya–Makassar, tetapi juga menekan biaya perjalanan.
Ia menilai, dengan jumlah masyarakat asal Sulawesi Selatan di Batam yang mencapai sekitar 30.000 jiwa, pembukaan kembali rute penerbangan Batam–Makassar bukan hanya akan memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah.
“Kalau rute ini dibuka kembali, tentu akan menambah pendapatan daerah. Banyak investor dan pengusaha asal Sulawesi yang akan lebih mudah datang ke Batam, begitu juga sebaliknya. Pariwisata kita juga akan ikut hidup,” tambahnya.
Rosano juga menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Batam yang dikenal sebagai pintu gerbang barat Indonesia.
Ia berharap Amsakar Achmad, sebagai Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, dapat segera mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar rute penerbangan Batam–Makassar masuk dalam prioritas pembukaan baru oleh maskapai nasional.
“Selama ini kalau mau ke Makassar, warga Batam harus terbang dulu ke Surabaya sangat tidak efisien. Saya berharap ini menjadi perhatian pemerintah, agar destinasi dan konektivitas udara kita semakin membaik,” pungkas Rosano.
Dengan potensi pasar yang besar, rute Batam–Makassar diyakini akan menjadi jalur yang ekonomis, strategis, dan menguntungkan baik bagi maskapai maupun bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

