Digagas GEMA INTI Kepri, Solidaritas Pemuda Larantuka Tionghoa Apresiasi Talkshow Hukum Waris, Jupen Koten: Banyak Pengetahuan yang Kami Peroleh
StrightTimes – Solidaritas Pemuda Larantuka Tionghoa (SPLT) memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran talkshow hukum waris yang diselenggarakan Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Gema INTI) Kepri di Bank Danamon Nagoya Batam, Jumat (05/09/2025).
Menurut Ketua SPLT, Jupen Koten, acara ini bukan hanya membuka wawasan baru, tetapi juga memberi pemahaman praktis yang sangat bermanfaat bagi kami dari Pemuda Larantuka
Serta masyarakat luas.
“Bagi kami, kegiatan ini sungguh luar biasa. Banyak sekali ilmu yang kami dapatkan langsung dari para pakar hukum. Hal-hal yang selama ini masih samar, akhirnya menjadi jelas, terutama terkait aturan pembagian warisan yang sering menjadi sumber konflik keluarga,” ujar Jupen.
Ia menekankan, edukasi hukum seperti ini sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pewarisan secara legal. Pengetahuan mengenai wasiat, hak atas tanah, hingga cara mencegah sengketa keluarga menjadi bekal berharga yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dulu kami hanya tahu waris sebatas harta yang ditinggalkan orangtua. Namun, setelah mendengar paparan para ahli, kami jadi paham bahwa ada aspek hukum yang sangat kompleks di baliknya. Misalnya soal legitime portie, atau hak mutlak ahli waris tertentu, serta jenis-jenis surat wasiat yang sah dan wajib didaftarkan. Ini pengetahuan baru bagi kami,” lanjutnya.
Jupen juga mengapresiasi metode penyampaian para narasumber yang menurutnya sangat mudah dipahami. Tidak hanya teori, tetapi juga contoh kasus nyata yang sering terjadi di tengah masyarakat.
“Pemaparan seperti ini membuat kami lebih siap menghadapi persoalan hukum waris, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat jika suatu saat menghadapi situasi serupa,” jelasnya.
Terakhir Jupen berharap kegiatan edukasi hukum seperti ini terus berlanjut, tidak hanya di Batam, tetapi juga bisa menjangkau daerah lain, termasuk Larantuka.
“Kami berterima kasih kepada Gema INTI Kepri. Semoga acara seperti ini bisa rutin digelar agar kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Talkshow bertajuk “Rahasia Waris: Bikin Harta Turun-Temurun Aman & Ga Ribet!”* ini menghadirkan pakar hukum waris Steinly Liwong, S.H., M.Kn., dan Satria Sukananda, S.H., M.H., dengan moderator Antony, S.H., M.H. Para pakar mengupas tuntas berbagai isu mulai dari cara menghindari sengketa keluarga, aturan pembagian warisan menurut hukum perdata maupun kompilasi hukum Islam, hingga sesi konsultasi gratis bersama peserta.
Ketua Gema INTI Kepri, Febri Jaya, menegaskan kegiatan ini adalah langkah nyata organisasi dalam mengedukasi masyarakat.
“Talkshow ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bentuk kepedulian kami agar masyarakat lebih paham soal hukum waris. Dengan pemahaman yang benar, konflik keluarga bisa dicegah, dan keharmonisan antar ahli waris tetap terjaga,” ungkapnya.

