Batam Jadi Tuan Rumah Pertukaran Budaya Tiongkok–Indonesia, Walikota Amsakar Achmad Sampaikan Apresiasi: Sangat Mendorong Peningkatan Arus Pengunjung ke Kota Batam
StrightTimes — Kota Batam kembali meneguhkan identitasnya sebagai kota multikultural melalui perhelatan budaya lintas negara bertajuk Pameran Budaya Cina dan Indonesia yang akan digelar di Atrium Megamall Batam Center pada 1 hingga 3 Agustus 2025.
Acara yang diprakarsai oleh Perkumpulan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri ini mempertemukan dua peradaban besar Miao-Tujia dari Tiongkok dan budaya-budaya dari Indonesia dalam sebuah panggung kebudayaan yang sarat nilai toleransi dan harmoni.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi penuh kegiatan uang digagas INTI Kepri. Menurutnya, pertemuan budaya semacam ini tidak hanya menjadi ajang tontonan seremonial, tetapi memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kolaborasi lintas budaya di tengah arus globalisasi.
“Mudah-mudahan kegiatan acara nanti bisa mendorong peningkatan arus pengunjung ke Kota Batam serta memperkuat posisi Batam sebagai kota budaya, dan memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal,” ujar Amsakar kepada strighttimes Usai menghadiri acara Pelantikan pengurus PERPAT Batam, di Golden Prawn, Minggu (27/07/2025).
Amsakar Achmad, menekankan bahwa kegiatan pertukaran budaya seperti ini merupakan wujud nyata dari diplomasi kultural yang tidak hanya membangun hubungan antarbangsa, tetapi juga memperkuat sendi-sendi sosial masyarakat lokal.
Ia memandang bahwa kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing bangsa sepatutnya tidak menjadi sekat, tetapi justru menjadi jembatan yang mempererat hubungan dan memperkaya wawasan kebangsaan.
Beragam pertunjukan seni akan meramaikan acara, mulai dari tarian tradisional, musik, parade busana adat, hingga sajian kuliner khas. Dari sisi budaya Melayu, akan ditampilkan Tarian Adat Melayu, pembacaan Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, hingga pertunjukan pantun. Sementara budaya Miao-Tujia dari Tiongkok akan hadir lewat atraksi seni, lagu-lagu Mandarin, serta pakaian adat yang mencerminkan kekayaan nilai kekeluargaan dan spiritualitas masyarakat Tiongkok.
Tak hanya itu, pagelaran ini juga menampilkan kekayaan budaya nusantara lainnya seperti Tarian Dayak, Batak, Larantuka, hingga Medley Nusantara dan Tarian Wonderful Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Batam semakin kokoh sebagai laboratorium harmoni sosial di Indonesia menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

