Apresiasi Ketua IKABSU Kepri Terhadap Aksi Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa di PN Batam Sebagai Bentuk Penolakan Kriminalisasi Wartawan Kepri Online Gordon Silalahi
StrightTimes – Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea, memberikan apresiasi atas aksi solidaritas yang dilakukan mahasiswa dan pemuda Batam di depan Pengadilan Negeri Batam, Selasa (9/9/2025). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap Gordon Silalahi yang tengah menjalani proses hukum.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar penegakan hukum berjalan adil, menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap siapa pun, terlebih kepada wartawan. Sejumlah wartawan media cetak dan online di Batam serta Kepri turut hadir mendampingi aksi tersebut.
“Kita menduga ada kejanggalan dalam proses hukum Gordon Hassler Silalahi. Saat pemeriksaan di Polsek Batu Ampar tidak ditemukan unsur pidana. Kemudian dilakukan gelar perkara khusus di Polda Kepri yang dipimpin seorang perwira, dan hasilnya pimpinan tersebut menyarankan agar kasus ini diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Namun yang mengherankan, perkara ini justru tetap berjalan hingga ke kursi pesakitan. Ada apa sebenarnya?” ujar Jhonson saat menghadiri sidang Gordon, Kamis (11/9/2025).
Dengan mata berkaca-kaca, Jhonson mengaku sedih melihat Gordon terpaksa harus mengenakan baju tahanan. Namun, ia tetap optimistis bahwa kebenaran tidak akan selamanya bisa ditutupi. “Sedalam apa pun kebenaran ditenggelamkan, suatu saat pasti akan kembali ke permukaan,” tegasnya.
Jhonson juga menegaskan dirinya mengikuti perkembangan kasus tersebut sejak awal. Menurutnya, Gordon telah bekerja sesuai prosedur dalam proyek pemasangan air yang diberikan oleh seorang bernama Ikhwan. “Selama enam bulan Gordon mengerjakan tanpa pernah meminta uang. Begitu faktur resi keluar, langsung diberikan ke Ikhwan. Jadi, mau apalagi?” tanyanya heran.
Terakhir, Jhonson berharap agar hukum benar-benar ditegakkan tanpa ada intervensi dan berjalan seadil-adilnya. “Kasus Gordon Silalahi ini harus menjadi momentum penegakan hukum yang berkeadilan, tanpa ada negosiasi,” tutupnya.

