Lagu Tanah Airku Menyelimuti Suasana Haru Alun-Alun Engku Putri, Seribu Lilin Menyala Dipimpin Ketua Komando Mengenang Dua Saudara Ojol yang Gugur sebagai Pejuang
Strighttimes – Seribu lilin menyala di Alun-Alun Engku Putri Batam, Rabu (03/09/2025) malam. Cahaya kecil yang berkelip di tangan para driver ojek online (ojol) menjadi simbol doa, cinta, dan solidaritas yang tak akan pernah padam. Dalam suasana haru, lagu Tanah Airku mengiringi momen hening, ketika ratusan ojol menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca.
Komunitas Andalan Driver Online (Komando) beserta komunitas ojol lainnya menggelar doa bersama untuk mengenang dua pejuang jalanan, Rusdamdiansyah dan Affan Kurniawan, yang gugur dalam tragedi di Indonesia. Lebih dari 500 driver ojol dari berbagai penjuru Batam hadir, berdampingan dengan mahasiswa, aliansi pemuda, aparat TNI-Polri, dan masyarakat umum.
Dalam suasana penuh haru di Alun-Alun Engku Putri, Ketua Umum Komunitas Andalan Driver Online (Komando), Feryandi Tarigan, menyampaikan pesan yang mendalam di hadapan Walikota Batam, Wakil Walikota, Kapolda Kepri, Kapolresta Barelang, Kabinda Kepri, dan ratusan driver ojol yang hadir dengan lilin di tangan.
“Batam adalah rumah kita. Ini tanah Melayu yang kental dengan adat istiadat. Walaupun banyak di antara kita adalah perantau, kita wajib menghormati adat dan budaya di sini. Jangan sampai kita terpecah belah seperti di tempat lain. Kita harus menjadikan Batam sebagai contoh, bahwa masyarakatnya dewasa, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menjaga persaudaraan,” tegasnya.
Feryandi juga mengingatkan para ojol agar tidak membiarkan atribut kebanggaan mereka jaket driver online dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan stigma buruk.
“Jangan mau jaket kita dipakai untuk kepentingan oknum-oknum yang menggiring opini seakan ojol itu anarkis. Kita tidak ingin nama ojol tercoreng. Yang kita inginkan adalah Kota Batam yang aman, nyaman, dan kondusif. Kalau Batam damai, kita bisa mencari nafkah dengan tenang. Walau berbeda warna, berbeda aplikator, kita tetap satu kesatuan. Jika satu dari kita tersakiti, semua ikut merasakan,” ujarnya disambut sorakan setuju dari para ojol.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa driver ojol sejatinya adalah komunitas cinta damai yang memiliki komitmen moral di mata hukum dan masyarakat.
“Kita semua punya SKCK, surat catatan kepolisian yang membuktikan kita bersih. Itu harus kita jaga. Jangan pernah terpancing provokasi, apalagi melakukan tindakan yang bersifat anarkis. Kita harus buktikan bahwa seluruh driver online di Batam adalah pejuang yang bekerja keras dengan damai dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Feryandi tidak bisa menahan rasa sedihnya ketika mengingat kepergian almarhum Rusdamdiansyah dan Affan Kurniawan. Ia menyebut momen doa dan nyala lilin ini bukanlah pesta suka cita, melainkan duka mendalam atas kehilangan dua pejuang jalanan Indonesia.
“Hari ini kita tidak sedang merayakan kebahagiaan, melainkan kesedihan atas berpulangnya salah satu pejuang ojek online Indonesia. Kita sepakat menyebut mereka pahlawan. Alhamdulillah, langsung dari Bapak Presiden Prabowo, keluarga mereka sudah disantuni. Banyak bantuan datang dari berbagai pihak, tapi yang paling penting adalah kita harus menjaga persatuan. Jangan mau diadu domba, jangan mau kita dipecah belah,” tegasnya.
Di penghujung sambutannya, Feryandi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah yang telah hadir serta memberi dukungan.
“Terima kasih kepada seluruh rekan ojol se-Kepri dan Kota Batam yang telah bersatu di malam ini. Terima kasih juga kepada Bapak Kasat Intel Kepri Yudi dan jajaran yang cepat merespons aspirasi kami. Ini bukti bahwa komunikasi antara ojol, Aparat dan pemerintah bisa terjalin baik. Semoga semangat solidaritas ini tidak berhenti di sini, melainkan terus terjaga untuk Batam yang lebih damai,” pungkasnya.
Terakhir ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak Kapolda Kepri, Kapolresta Barelang, Pemerintah Kota Batam, mahasiswa, aliansi pemuda, hingga unsur TNI-Polri yang hadir mendukung doa bersama.
Doa dan lilin ini menjadi tanda cinta, bahwa Rusdamdiansyah dan Affan Kurniawan tidak pernah pergi begitu saja. Dari Batam, pesan solidaritas bergema mereka akan selalu dikenang, dan kota ini akan terus dijaga sebagai rumah bersama. (*)

