Tokoh Masyarakat Timur di Batam Pak Uban Minta Polisi Tangkap Suherman, Serukan Para Tokoh-Tokoh Masyarakat Menjaga Kondusivitas Usai Bentrokan Setokok
StrightTimes – Duka menyelimuti kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, setelah bentrokan terkait sengketa lahan terjadi pada Senin (14/9/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB atau lebih tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 7 lainnya masih mendapatkan perawatan intensif akibat terkena Peluru senjata api.
Di tengah suasana duka dan ketegangan yang muncul setelah peristiwa berdarah itu, tokoh masyarakat Indonesia Timur di Batam, Markus Meha Sawu, yang akrab disapa Pak Uban, menyampaikan keprihatinan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri.
Pak Uban, yang juga Ketua Ikatan Keluarga Bersatu Roka Tenda (IKABERO) Kota Batam, meminta aparat kepolisian mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh dan tidak membiarkan persoalan yang terjadi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Ia secara khusus meminta Kapolresta Batam dan Kapolda Kepulauan Riau segera menangkap dan memeriksa Suherman, yang disebutnya sebagai Ketua Lang Laut, terkait peristiwa tersebut.
Menurut Pak Uban, proses hukum harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia juga mengingatkan agar persoalan sengketa lahan tidak ditarik ke ranah suku, agama, ras, maupun antargolongan (SARA).
“Ini bukan permasalahan SARA. Ini murni permasalahan lahan. Kita serahkan kepada kepolisian untuk menangkap para pelaku,” ujarnya.
Pak Uban juga mengajak para tokoh masyarakat Indonesia Timur maupun Melayu di Batam untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Menurutnya, peristiwa tersebut jangan sampai memicu permusuhan antarkelompok masyarakat yang selama ini hidup berdampingan.
Ia menegaskan bahwa yang paling penting saat ini adalah memberikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja mengungkap fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Di balik persoalan sengketa lahan tersebut, terdapat kehilangan nyawa yang meninggalkan duka bagi keluarga. Dua orang yang meninggal dunia tidak sekadar menjadi angka dalam sebuah peristiwa bentrokan, tetapi merupakan manusia yang memiliki keluarga dan orang-orang yang menanti mereka pulang.
Atas peristiwa tersebut, Pak Uban menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga kedua korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
Ia juga berharap seluruh masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat dari berbagai kelompok, dapat bersama-sama meredam suasana dan tidak mudah terprovokasi.
“Jangan sampai persoalan ini membuat masyarakat terpecah. Kita jaga Batam tetap aman dan kondusif. Biarkan hukum berjalan dan kepolisian mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” pesannya.

