Senior HIPMI Kepri Rional Putra Apresiasi Langkah Li Claudia Chandra Kawal Revitalisasi Jalan Sungai Ladi, Tegaskan Dukungannya untuk Pembangunan Batam yang Berkelanjutan
StrightTimes — Rional Putra, S.H., M.H., selaku senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Wakil Kepala BP Batam yang juga Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam mengawal pembangunan dan pembenahan infrastruktur di Kota Batam.
Menurut Rional, perhatian langsung Li Claudia terhadap proyek revitalisasi Jalan Sungai Ladi menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan dengan baik, sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, langkah turun langsung ke lapangan untuk memantau pekerjaan, mengevaluasi kondisi proyek, serta memberikan arahan kepada dinas terkait, BP Batam, dan kontraktor merupakan bentuk pengawasan yang patut diapresiasi.
“Sebagai bagian dari masyarakat dan pelaku usaha yang ingin melihat Batam terus berkembang, saya mengapresiasi langkah Ibu Li Claudia Chandra yang turun langsung mengawasi pembangunan. Bagi saya, pembangunan bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga bagaimana hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rional, Kamis (29/10/2026).
Ia secara khusus menyoroti perhatian terhadap kawasan perbukitan Sungai Ladi, yang dinilainya memiliki nilai penting bagi estetika dan lingkungan Kota Batam. Menurutnya, penanganan dampak pembangunan di kawasan tersebut, termasuk arahan agar dilakukan penanaman kembali pohon, merupakan langkah positif yang perlu dikawal bersama.
Rional berpandangan, pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan seharusnya berjalan beriringan. Revitalisasi jalan memang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi upaya menjaga penghijauan juga tidak boleh diabaikan.
“Kawasan Sungai Ladi memiliki karakter lanskap yang penting bagi keindahan Kota Batam. Karena itu, apabila ada bagian kawasan yang terdampak pekerjaan, upaya pemulihan lingkungan melalui penanaman kembali pohon tentu menjadi hal yang baik. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi lingkungan juga tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, apresiasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mengesampingkan berbagai pertanyaan atau evaluasi publik terhadap proses pembangunan. Sebaliknya, menurut Rional, pengawasan yang objektif dan terbuka justru diperlukan agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya tidak ingin masuk ke ranah siapa yang mengeluarkan izin atau bagaimana proses sebelumnya. Yang ingin saya tekankan adalah langkah perbaikan dan perhatian terhadap lingkungan yang dilakukan saat ini patut diapresiasi. Hal-hal yang masih perlu dievaluasi tentu dapat disampaikan melalui mekanisme yang tepat, berdasarkan fakta dan dengan cara yang baik,” ujarnya.
Sebagai senior HIPMI Provinsi Kepri, Rional juga menilai bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan dunia usaha. Infrastruktur yang semakin baik akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan daya tarik Batam sebagai kota investasi dan pusat pertumbuhan bisnis.
Karena itu, ia berharap sinergi BP Batam dan Pemerintah Kota Batam dapat terus diperkuat untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan iklim investasi.
“Batam membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan. Infrastruktur yang baik, lingkungan yang terjaga, serta kepastian dalam pelaksanaan pembangunan merupakan bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kalau semua itu berjalan beriringan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.
Rional turut mengajak masyarakat agar menempatkan penilaian terhadap kinerja pemerintah secara proporsional. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, tetapi apresiasi juga perlu diberikan ketika terdapat langkah atau kebijakan yang dinilai membawa perbaikan.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun ketidaksukaan terhadap figur tertentu tidak menjadi alasan untuk mengabaikan setiap capaian positif. Sebaliknya, apabila terdapat kekurangan, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik secara santun, objektif, dan berdasarkan fakta.
“Jangan sampai kita hanya melihat siapa orangnya, lalu semua yang dilakukan dinilai dari rasa suka atau tidak suka. Kalau memang ada kebijakan yang baik dan memberikan manfaat, mari kita apresiasi. Kalau ada yang perlu diperbaiki, silakan sampaikan kritik dengan cara yang konstruktif. Dengan begitu, kita ikut membangun Batam, bukan sekadar memperbesar perbedaan,” tegasnya.
Ia juga memahami bahwa kepemimpinan dan pembangunan merupakan proses yang membutuhkan waktu, evaluasi, serta kerja sama banyak pihak. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus, sehingga diperlukan konsistensi, keterbukaan terhadap masukan, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Menurutnya, langkah Li Claudia yang terlibat langsung dalam pemantauan pembangunan menjadi salah satu upaya yang perlu terus didorong, dengan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan publik.
“Tidak ada pemerintahan yang langsung sempurna. Yang terpenting adalah bagaimana setiap kekurangan ditindaklanjuti, setiap masukan diperhatikan, dan setiap pembangunan diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Kita harus memberikan ruang bagi proses perbaikan, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan,” tambahnya.
Terakhir, Rional menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Batam dan BP Batam selama kebijakan serta pelaksanaannya berorientasi pada kemajuan daerah, kepentingan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan.
“Saya mendukung langkah Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk terus membenahi kota ini. Dukungan tersebut tentu sejalan dengan harapan agar pembangunan dilaksanakan secara bertanggung jawab, lingkungan diperhatikan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu melihat Batam semakin maju, semakin tertata, dan semakin baik ke depannya,” tutup Rional.

