Pengusaha Eks Diskotik Ozon Batam, Dedi Handoko Wafat di Awal Bros Akibat Serangan Jantung, Tokoh Masyarakat Batam Moody Arnold Timisela: Almarhum Sosok Dermawan dan Rendah Hati
StrightTimes – Kabar duka menyelimuti dunia usaha di Riau dan Batam. Pengusaha ternama sekaligus mantan pemilik diskotik legendaris Ozon Batam, Dedi Handoko (DH), meninggal dunia pada Rabu (22/10/2025) dini hari di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru akibat serangan jantung.
Kabar tersebut dibenarkan oleh rekan almarhum di Pekanbaru. “Benar, beliau meninggal dunia dini hari tadi,” ungkap seorang kolega saat dikonfirmasi melalui pesan daring.
Jenazah almarhum, pria berusia 65 tahun, telah dibawa ke rumah duka di Jl. Yos Sudarso, Rumbai, Pekanbaru, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan. Hingga siang ini, pihak keluarga masih belum memberikan keterangan resmi mengenai lokasi dan waktu pemakaman.
Dedi Handoko dikenal luas sebagai sosok pengusaha sukses dan pekerja keras. Namanya melejit sejak mengelola tempat hiburan malam Ozon Batam pada era 1990-an hingga awal 2000-an sebuah ikon hiburan di Batam yang kala itu menjadi pusat pergaulan kalangan pebisnis dan masyarakat kota.
Setelah menutup bisnis hiburan, Dedi memperluas kiprahnya ke berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kontraktor, hingga perkebunan kelapa sawit. Keuletan dan jaringan bisnisnya menjadikannya salah satu figur penting di dunia usaha Riau.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Dedi juga merupakan sosok yang aktif dalam olahraga. Ia pernah dua periode menjabat sebagai Ketua Perbakin Riau, serta dikenal sebagai penggemar berat olahraga menembak dan berburu.
Tokoh masyarakat Kota Batam, Moody Arnold Timisela, yang juga mengenal almarhum sejak lama, menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Dedi Handoko.
“Saya pribadi sangat kehilangan. Almarhum Dedi bukan hanya sahabat lama, tapi juga sosok dermawan dan rendah hati. Ia banyak membantu masyarakat tanpa perlu publikasi. Dunia usaha kehilangan figur inspiratif,” ujar Moody.
Moody juga mengenang almarhum sebagai sosok yang selalu menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan di Batam, meski sudah lama menetap di Pekanbaru. “Beliau tidak pernah melupakan Batam. Dalam banyak kesempatan, beliau masih sering datang, silaturahmi, dan berbagi pengalaman,” tambahnya.
Kepergian Dedi Handoko meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, rekan bisnis, serta komunitas olahraga menembak di Riau dan Kepri. Sosoknya akan dikenang sebagai pengusaha visioner yang tetap membumi dan peduli terhadap sesama.

