Pengurus INTI Kepri Pererat Silaturahmi dengan Gusti Ayu Putri Kaligis, Sekaligus Mengundang Ketua Legiun Veteran Batam Hadiri Festival Seni Budaya Bela Diri Shaolin dari China, Perkuat Semangat Patriotisme
StrightTimes — Pengurus Perkumpulan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat hubungan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para pejuang bangsa yang telah mengabdikan diri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi pengurus INTI Kepri kepada Ketua Legiun Veteran Batam, Gusti Ayu Putri Kaligis, yang berlangsung pada Kamis 29 Oktober 2026 di kediamannya Baloi Kusuma.
Kunjungan pengurus INTI Kepri tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dalam kegiatan sosial dan kebudayaan.
Ketua Harian INTI Kepri, Toni Yohanes didampingi Wakabid Humas Jimmy mengatakan bahwa kunjungan tersebut memiliki tujuan khusus, yakni mengundang para veteran untuk hadir dan menjadi bagian dari kegiatan Festival Seni Budaya Bela Diri Kepri yang akan diselenggarakan INTI Kepri.
Menurut Yohanes, kehadiran para veteran dalam kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri. Mereka bukan sekadar tamu undangan, melainkan sosok yang menyimpan sejarah, pengalaman, dan nilai-nilai perjuangan yang patut diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Kami ingin mengundang para senior dan keluarga besar Legiun Veteran untuk hadir bersama dalam Festival Seni Budaya Bela Diri Kepri. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan semangat, inspirasi, serta motivasi bagi generasi muda yang nantinya mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Yohanes.
Ia menjelaskan, kegiatan festival nantinya juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Sholin dari Cina (Special Performance by Sholin). INTI Kepri berharap festival tersebut tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan bela diri, tetapi juga ruang pertemuan lintas generasi untuk mengenalkan nilai-nilai patriotisme, persatuan, disiplin, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan bahwa INTI Kepri juga berharap para veteran dapat berbagi pengalaman dan memberikan masukan kepada generasi muda, khususnya mengenai perjalanan perjuangan dalam membela negara serta menjaga keutuhan bangsa.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga bisa mendengar langsung cerita dan pengalaman dari para pejuang bangsa. Ada nilai perjuangan, pengorbanan, dan semangat nasionalisme yang harus terus kita hidupkan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan, panitia Festival Seni Budaya Bela Diri Kepri juga telah menyiapkan bantuan yang nantinya akan diserahkan kepada para veteran pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pesan Ketua Legiun Veteran Batam untuk INTI Kepri
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Legiun Veteran Batam, Gusti Ayu Putri Kaligis, menyampaikan pesan dan pandangannya mengenai pentingnya keberadaan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung kemajuan bangsa, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menilai, organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan, sosial, serta berbagai sektor pembangunan seperti INTI Kepri memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan masyarakat dan daerah.
Menurutnya, INTI Kepri memiliki tantangan sekaligus tanggung jawab besar ke depan untuk melahirkan kader-kader yang militan, memiliki semangat pengabdian, serta komitmen kuat untuk hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat.
Organisasi, lanjutnya, tidak cukup hanya dibangun melalui kegiatan seremonial. Lebih dari itu, diperlukan kerja nyata, kepedulian sosial, dan keberanian untuk turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, ia berharap INTI Kepri dapat terus mengambil bagian dalam menggerakkan kemajuan daerah, membangun Kepulauan Riau, serta memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.
Silaturahmi tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih. Jika dahulu para veteran berjuang mempertahankan Tanah Air, maka generasi hari ini memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan melalui karya, kepedulian, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menghargai sejarah perjuangannya, tetapi juga bangsa yang mampu mewariskan semangat perjuangan itu kepada generasi berikutnya.

