Penggerebekan Diskotik P3 di Batam Dipimpin Tiga Perwira dari Mabes Polri, Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury, dan AKBP Titus Yudo Uly, Ribuan Inex Ditemukan, 32 Pengunjung Diamankan dalam Operasi Mendadak
StrightTimes — Penggerebekan Direktorat Tindak Pidana Narkotika (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri di HH Club yang dikenal sebagai Planet 3 (P3), Senin (10/8/2026) dini hari, mengungkap temuan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 32 orang yang disebut sebagai tersangka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi berlangsung di tengah aktivitas tempat hiburan malam tersebut. Setelah penggerebekan dilakukan, petugas memasang garis polisi di sejumlah bagian lokasi untuk mengamankan area dan kepentingan penyidikan.
Penggerebekan itu dipimpin langsung Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury, dan AKBP Titus Yudo Uly. Ketiganya memimpin proses penindakan sekaligus pemeriksaan awal terhadap sejumlah orang yang berada di lokasi.
Dari operasi tersebut, petugas turut mengamankan ribuan butir ekstasi atau yang kerap disebut Inex. Temuan ini menjadi salah satu fokus utama penyidik karena jumlah barang bukti yang cukup besar tersebut dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri sumber pasokan maupun kemungkinan jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan lokasi tersebut.
Selain mengamankan puluhan orang, aparat juga membawa sejumlah pihak dari manajemen tempat hiburan malam untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami aktivitas di lokasi serta mengetahui sejauh mana keterkaitan masing-masing pihak dengan temuan narkotika tersebut.
Direktur Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi mengatakan pemeriksaan terhadap manajemen dan pihak-pihak yang diamankan masih berlangsung.
“Nanti kita release disampaikan ke media usai pemeriksaan manajemen,” ujar Eko.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses hukum masih berada pada tahap pemeriksaan. Polisi belum menyampaikan secara rinci identitas seluruh pihak yang diamankan, termasuk peran masing-masing dalam perkara tersebut.
Ribuan butir Inex menjadi titik penting dalam pengembangan kasus. Penyidik kini perlu memastikan asal-usul barang haram tersebut, bagaimana narkotika itu dapat masuk ke lokasi, serta siapa saja yang diduga terlibat dalam rantai peredarannya.
Selain itu, pemeriksaan terhadap manajemen juga menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah temuan tersebut berkaitan dengan aktivitas individu tertentu atau terdapat dugaan keterlibatan yang lebih luas.
Hingga Senin siang, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan. Polisi juga belum membeberkan secara resmi jumlah pasti barang bukti yang disita maupun konstruksi lengkap perkara.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi Bareskrim Polri yang diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan utama, siapa 32 orang yang diamankan, berapa jumlah pasti ribuan butir Inex yang disita, dari mana barang tersebut berasal, serta bagaimana jaringan peredarannya dapat terbongkar melalui penggerebekan P3.

