Panglima Adat dan Marwah Gagak Hitam Udin Pelor Apresiasi Langkah Polri dalam Menangani Aksi Unjuk Rasa Akhir Agustus 2025, Sebut Kesigapan Polri Berhasil Cegah Konflik Meluas
StrightTimes – Panglima Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam, Udin Pelor, yang juga menjabat Ketua Satgas Bakti Tuah Madani serta Ketua LPM Tanjung Riau, menyampaikan sikapnya terkait dinamika aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025. Aksi tersebut diikuti mahasiswa, buruh, pelajar, hingga pengemudi ojek online yang menyuarakan aspirasi untuk bangsa.
Menurut Udin, aspirasi yang dibawa para peserta aksi merupakan bentuk cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan bahwa aksi itu lahir dari semangat persatuan, kedamaian, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Namun, ia juga mengingatkan adanya oknum yang berupaya memanfaatkan momentum tersebut untuk memecah belah persatuan bangsa.
“Adik-adik mahasiswa, pelajar, buruh, hingga ojol yang turun ke jalan membawa aspirasi murni untuk NKRI. Mereka cinta damai, cinta persatuan, dan cinta kesatuan. Tetapi kita harus waspada, ada pihak-pihak yang ingin membuat Indonesia berkecamuk,” ujarnya, Rabu (17/09/2025).
Udin menilai langkah Polri dalam menangani aksi unjuk rasa patut diapresiasi. Kesigapan aparat menjaga keamanan di berbagai daerah terbukti mampu mencegah bentrokan meluas.
Lebih lanjut, Udin menyebut Polri menunjukkan sikap profesional dengan menindak tegas oknum internal yang melanggar prosedur, sekaligus menindak warga sipil yang terbukti melakukan provokasi dan tindakan anarkis. Hal ini, katanya, membuktikan bahwa Polri tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.
“Polri mampu menunjukkan ketegasan, sekaligus kedewasaan dalam menangani situasi di lapangan. Bahkan pasca aksi, Polri juga melakukan pemulihan dan konsolidasi bersama berbagai elemen masyarakat, sehingga situasi kembali kondusif,” tambahnya.
Udin juga menyerukan agar Kapolri mengusut tuntas pihak-pihak yang terbukti menyusupi aksi dengan tujuan memperkeruh suasana. Ia menegaskan bahwa ketenangan bangsa tidak boleh diganggu oleh kepentingan segelintir kelompok yang ingin memecah belah masyarakat.
“Ke depan, kami berharap Polri tetap semakin profesional, semakin jaya, dan semakin dicintai rakyat. Mari kita jaga Indonesia ini bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak cucu kita. Kita harus bersatu sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.
Udin juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap penegakan hukum. Menurutnya, Polri selama ini menjunjung tinggi etika kemanusiaan, sehingga masyarakat perlu memberi dukungan penuh.
“Kita jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. NKRI adalah harga mati, dan tidak boleh ada celah bagi mereka yang ingin bangsa ini terpecah belah,” katanya dengan penuh penekanan.
Selain itu, Udin mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan persatuan. Ia menegaskan, peran masyarakat sangat penting dalam memperkuat ikatan kebangsaan.
Ia juga menekankan bahwa aspirasi rakyat harus terus diperjuangkan dengan cara damai dan bermartabat. Menurutnya, menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara, namun harus ditempatkan dalam koridor hukum dan etika, tanpa harus merusak persatuan bangsa.
“Polri adalah mitra rakyat. Dukungan kita akan membuat Polri semakin kuat dalam menjaga negeri ini. Mari bersama-sama kita dukung Polri menuntaskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. NKRI harga mati, NKRI harga mati, NKRI harga mati,” tegasnya. (Oki)

