Merangkai Persaudaraan dan Semangat Juang Keluarga Besar INTI Kepri, INTI Batam, dan Underbow Nobar Film Lyora Menyelami Arti Perjuangan
StrightTimes – Suasana hangat mewarnai kegiatan nonton bareng film Lyora yang digelar di XXI Nagoya Hill, Selasa (12/8/2025). Acara ini menjadi momentum berharga bagi keluarga besar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Kepri dan INTI Batam, serta underbow Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Kepri & PINTI Batam serta juga dihadiri Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI) Kepri untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Ketua GEMA INTI Kepri, Febri Jaya, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar menonton film, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan.
“Momen seperti ini penting agar kita tidak hanya bertemu di forum formal, tapi juga memiliki ruang santai untuk bercengkerama, berbagi cerita, dan menjaga rasa persaudaraan,” ujarnya.
Febri menambahkan, silaturahmi seperti ini adalah “vitamin” bagi sebuah organisasi. Menurutnya, GEMA INTI Kepri dan seluruh jaringan INTI di Batam tidak hanya dibangun dari program dan kegiatan formal, tetapi juga dari keakraban antaranggota.
“Kalau hubungan kita kuat secara personal, otomatis kerja sama di lapangan akan lebih solid,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa film Lyora punya kekuatan untuk menyentuh sisi emosional penontonnya. Baginya, cerita tentang penantian buah hati bukan hanya kisah pribadi Meutya Hafid, tetapi juga cerminan dari banyak keluarga di Indonesia yang mengalami hal serupa.
“Kita bisa belajar bahwa setiap ujian hidup ada hikmahnya, dan bahwa cinta, doa, serta dukungan orang-orang terdekat adalah kekuatan utama untuk memberi inspirasi dan motivasi.
“Kita ingin setiap orang yang hadir pulang dengan hati yang lebih hangat dan semangat yang lebih besar. Perjuangan dalam film ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tidak ada usaha yang sia-sia,” tambahnya.
Febri berharap momentum ini akan terus berlanjut di kegiatan-kegiatan berikutnya. Ia mengajak seluruh keluarga besar INTI untuk menjaga rasa kebersamaan, saling mendukung, dan menghadapi tantangan organisasi dengan semangat yang sama seperti pesan dalam film tersebut. “Perjuangan itu butuh waktu, tapi jika kita bersatu, tidak ada yang mustahil untuk kita capai,” tutupnya.
Film Lyora sebuah penantian Buah Hati diangkat dari kisah nyata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Indonesia, Meutya Hafid, dan suaminya, Noer Fajrieansyah. Film ini menceritakan perjalanan penuh haru pasangan tersebut dalam perjuangan memperoleh keturunan, menyoroti kesabaran, doa, dan pengorbanan yang dijalani selama bertahun-tahun.
“Film ini mengajarkan arti perjuangan yang sebenarnya bahwa dalam hidup, hasil yang kita inginkan tidak selalu datang dengan cepat. Butuh keyakinan, kesabaran, dan tekad yang kuat untuk meraih impian. Pesan ini sangat relevan, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tapi juga dalam perjuangan kita membangun organisasi,” tutup Febri. (*)

