Mantan Pegawai BP Batam, Moody Arnold Timisela Datangi Krimsus Polda Kepri, Nama Deputi IV BP Batam Ariastuty Mencuat dalam Dugaan Pemberitaan Hoax Proyek Strategis Dermaga Utara Batu Ampar
StrightTimes – Tokoh masyarakat sekaligus mantan pegawai BP Batam, Moody Arnold Timisela, mendatangi gedung Krimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis (23/10/2025). Moody datang ke Polda Kepri dengan membawa sejumlah dokumen yang menurutnya menjadi dasar kuat atas dugaan pernyataan tidak benar dari pejabat BP Batam tersebut.
Ia menegaskan, langkah yang diambilnya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap lembaga yang pernah menjadi tempatnya mengabdi sejak tahun 1982 hingga pensiun.
“Sebagai orang yang pernah bekerja di BP Batam, saya merasa terpanggil. Ini bukan soal pribadi, tapi soal integritas lembaga. Saya ingin ada pembenahan di internal BP Batam agar ke depan tidak ada lagi informasi yang menyesatkan publik,” ujar Moody dengan nada tegas.
Menurutnya, BP Batam harus menjadi lembaga yang transparan terutama dalam menyampaikan informasi terkait proyek strategis yang melibatkan dana besar dan berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat luas.
“Saya datang ke Polda Kepri terkait dugaan pernyataan Hoax yang disampaikan Deputi IV BP Batam. Saya ini mantan pegawai BP Batam”, jelasnya
Moody menilai, pernyataan yang disampaikan oleh pejabat BP Batam tersebut telah menimbulkan kebingungan di masyarakat dan berpotensi menyesatkan opini publik terhadap proyek yang sedang menjadi sorotan itu.
“Proyek Dermaga Utara Batu Ampar adalah proyek strategis, jadi jangan ada narasi yang menutupi kebenaran. Kalau memang ada kesalahan, jangan ditutupi apalagi saat ini sudah ada tujuh tersangka yang diamankan Polda Kepri,” tegasnya.
Moody juga mengingatkan bahwa dalam kasus proyek ini, tujuh tersangka telah ditetapkan oleh Polda Kepri. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa mempengaruhi persepsi publik.
“Kalau ada proses hukum, biarlah itu berjalan secara terbuka dan objektif. Tapi jangan sampai muncul pernyataan yang justru membingungkan masyarakat,” pungkasnya.

