Ketika Sejarah dan Darah Bertemu di Bengkong Batam, Sumpah Setia Melayu-Bugis Jadi Malam Sakral di Harlah PKSS ke- 1
StrightTime – Malam penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Ballroom Hotel Golden View, Bengkong Laut, Minggu (13/7/2025), saat Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-1. Lebih dari sekadar selebrasi, momen ini menjadi titik balik sejarah, saat “Sumpah Setia Melayu-Bugis” digaungkan kembali, setelah lebih dari 400 tahun terlupakan.
Ribuan warga tumpah ruah dalam suasana yang penuh khidmat dan semangat persaudaraan. Sejumlah tokoh penting, mulai dari pejabat pemerintah, Forkopimda, pemimpin ormas, paguyuban, hingga perwakilan negeri jiran Johor Bahru, Pontian, Selangor, dan Singapura turut hadir memberikan penghormatan.
Hadir sebagai tamu kehormatan di antaranya Asisten I Pemko Batam Drs. Yusfa Hendri (mewakili Wali Kota Batam), Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan, Kadispora Batam Zulkarnain, Ketua LAM Batam H. Raja Muhammad Amin, serta perwakilan dari Lantamal IV, Kejari Batam dan KONI Kepri.
Deretan tokoh-tokoh ormas dan paguyuban lainnya seperti Udin Pelor, Ucok Cantik, Suherman, Dian Hadi Langoday dan Iskandar juga turut menguatkan warna keberagaman yang menyatu dalam semangat kekeluargaan.
Namun, yang paling menggetarkan adalah prosesi “Sumpah Setia Melayu-Bugis” yang dilakukan dengan cap darah oleh para tokoh sebagai bentuk ikrar ikatan sejarah dan kebangsaan.
“Cap darah ini bukan sekadar simbol. Ini adalah momen menghidupkan kembali semangat persaudaraan dua suku besar, Melayu dan Bugis, yang sempat terkubur oleh zaman sejak tahun 1691,” ungkap Akhmad Rosano, Ketua Umum DPP PKSS.
Rosano menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk dari instansi pemerintah, tokoh masyarakat, dan para sahabat perjuangan PKSS. Ia menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi generasi penerus, agar tak lupa akan akar budaya dan ikatan leluhur.
Tak hanya itu, malam Harlah juga menjadi panggung penghormatan terhadap sejumlah figur yang dinobatkan sebagai Tokoh Nasional PKSS, berdasarkan silsilah serta kiprah luar biasa mereka.
Mereka adalah:
Dari Toraja: Budi Mardiyanto SE MM dan Capt Luther Jansen MM, M.Mar
Dari Bugis: Hj. Marlin Agustina SH dan H. Masrur Amin SH MH
Dari Makassar: H. Zainuddin Sage dan Hj. Ernawati S.Sos
Keenam tokoh tersebut diangkat sebagai figur sentral PKSS di level nasional yang diharapkan menjadi panutan dan pemersatu dalam setiap langkah organisasi.
Puncak malam ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Umum PKSS sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan perjalanan PKSS ke depan. Tumpeng diberikan kepada perwakilan tokoh dari tiga suku besar: Bugis, Makassar, dan Toraja, sebagai lambang kesatuan dalam keberagaman.
Harlah ke-1 PKSS bukan sekadar peringatan hari lahir, ia adalah deklarasi cinta, sejarah, dan persatuan lintas waktu. Suara sumpah itu akan terus bergema di hati anak-anak Melayu dan Bugis, menembus batas ruang dan generasi. (*)

