Gelombang Suara Lanjutkan Dua Periode untuk Rocky M. Bawole, S.Sos Menggema di Muswil PKB Kepri 2025
StrightTimes — Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB 2025 di Hotel Aston Batam berubah menjadi arena penuh energi politik ketika nama Rocky M. Bawole, S.Sos, kembali menggema di tengah ruangan. Momen itu muncul tepat saat Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan sambutan dan menyapa Rocky yang saat ini menjabat Wakil Bupati Karimun sekaligus Ketua DPD PKB Kepri. Seketika, teriakan lantang “Lanjutkan Dua Periode” pecah dari barisan kader di berbagai sudut ruangan.
Seruan spontan itu bukan hanya euforia sesaat, melainkan sinyal kuat bahwa sebagian besar kader PKB Kepri masih menginginkan Rocky melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikutnya. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa figur Rocky masih dianggap mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus membawa PKB Kepri memenangkan ruang-ruang politik yang semakin kompetitif.
Ketua DPP PKB Hj. Chusnunia Chalim, SH., M.Si., Ph.D., membuka acara dengan lantunan Bismillahirrahmanirrahim yang menggema di seluruh ruangan. Di hadapan ratusan kader, ia menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar formalitas lima tahunan, tetapi momentum penting untuk menata ulang kekuatan partai dan memperbarui langkah menghadapi tantangan politik modern.
“Kepercayaan publik adalah modal terbesar kita,” tegas Chusnunia. “Muswil ini harus menjadi forum untuk menyusun pendekatan yang lebih intensif, lebih cerdas, dan lebih dekat dengan rakyat.” katanya di Hotel Aston Batam, Minggu (23/11/2025).
Ia menekankan perlunya PKB hadir lebih kuat di ruang digital, tampil transparan, edukatif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Chusnunia juga mengingatkan bahwa politik bergerak cepat; partai yang tidak berubah akan tertinggal.
Capaian PKB Kepri Disorot, Figur Rocky Jadi Sorotan
Dalam pidatonya, Chusnunia menyebutkan bahwa grafik suara PKB Kepri dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan signifikan. Salah satu indikatornya adalah hadirnya kader PKB di posisi strategis, termasuk Rocky M. Bawole yang kini menjadi Wakil Bupati Karimun.
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, SE., MM., dalam sambutannya memuji kontribusi PKB dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa PKB selama ini bukan hanya sebagai partai pendukung pemerintah daerah, tetapi juga mitra kritis yang tetap memberi masukan substansial.
“Selama perjalanan pemerintahan, PKB selalu hadir memberi dukungan penuh, namun tetap memberi masukan yang konstruktif. Itu yang kami apresiasi,” ujarnya.
Namun suasana ruangan berubah semakin hidup ketika Ansar menyapa Rocky secara langsung. Saat itulah gelombang suara kader kembali pecah: “Lanjutkan dua periode!” Seruan itu disertai tepuk tangan panjang, memperlihatkan konsolidasi spontan yang tidak dapat diabaikan.
Sorakan itu juga menjadi bukti bahwa sebagian besar kader masih melihat Rocky sebagai figur yang mampu menjaga ritme organisasi, memperluas jaringan politik, serta mempertahankan tren positif elektoral PKB Kepri.
Muswil kali ini bukan hanya tentang evaluasi dan penataan mesin partai menjelang Pemilu 2029, tetapi juga tentang arah kepemimpinan PKB Kepri ke depan. Di sela-sela diskusi internal, berbagai kader dari tingkat kabupaten/kota hingga struktur sayap partai menyatakan bahwa keberlanjutan kepemimpinan Rocky adalah faktor penting untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan.
Beberapa menyebut bahwa Rocky sudah memahami karakter politik Kepri, memiliki jaringan kuat, serta terbukti mampu menjembatani hubungan PKB dengan pemerintah daerah.
Di penghujung acara, Chusnunia kembali mengingatkan seluruh peserta bahwa Muswil adalah rumah besar untuk bermusyawarah, bukan arena konflik kepentingan. Ia meminta kader menjaga persatuan dan memastikan keputusan-keputusan yang lahir benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmi membuka Muswil PKB 2025,” ucapnya. Tepuk tangan meriah pun kembali menggema, menandai dimulainya rangkaian agenda penting, termasuk pemilihan kepengurusan baru.
Seruan “lanjutkan Dua Periode” yang berkali-kali menggema menjadi sinyal jelas bahwa dinamika internal PKB Kepri bergerak menuju satu arah keinginan kuat sebagian besar kader agar Rocky M. Bawole tetap memimpin.
“Kalau mesin sudah berjalan baik, kenapa harus ganti sopir?” ujar seorang kader yang ikut dalam Muswil, mencerminkan suasana hati sebagian peserta.
Apakah aspirasi ini akan berlanjut dan terwujud dalam keputusan resmi Muswil? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti Rocky telah mengukir jejak kepemimpinan yang masih dipercaya, dirasakan, dan diinginkan oleh banyak kader PKB Kepri.

