Gagal Total, Nol Hasil! Ismail Ratusimbangan Minta Polda Kepri Seret Perencana Proyek Revitalisasi Dermaga Batu Ampar, Akar Masalah Ada di Perencanaan
StraightTimes – Polda Kepulauan Riau mencatat prestasi besar dengan membongkar kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Revitalisasi Kolam Dermaga Utara Terminal Batu Ampar, Batam. Proyek dengan nilai kontrak Rp75,5 miliar ini bukannya memberi manfaat, justru menimbulkan kerugian negara hingga Rp30,6 miliar.
Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers menegaskan bahwa penyidikan membuktikan adanya rekayasa sistematis laporan fiktif, mark up volume pekerjaan, hingga praktik kotor konsultan yang membocorkan data rahasia lelang. Tujuh orang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka, sementara penelusuran aset terus dilakukan demi memulihkan kerugian negara.
Atas capaian ini, Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai langkah berani Polda Kepri membongkar kasus ini merupakan terobosan penting dalam perang melawan korupsi di daerah.
“Dengan diumumkannya status tersangka, kami tentu memberi apresiasi. Tapi terus terang, publik belum bisa puas. Karena proyek sebesar ini justru gagal total, nihil hasil, tidak ada terminal, tidak ada dermaga nol! Pertanyaannya, mengapa bisa direncanakan seburuk itu? Perencana harus ikut dimintai pertanggungjawaban. Kalau perencanaan dari awal cacat, maka proyek ini memang sengaja digiring menuju kegagalan,” tegas Ismail lantang.
Menurutnya, publik butuh keadilan yang tuntas. Tidak cukup hanya menyeret pihak pelaksana, tetapi juga perencana. “Kalau perencana lepas dari jerat hukum, publik akan menilai pemberantasan korupsi ini setengah hati. Justru di titik perencanaanlah akar masalahnya, karena dari sanalah rekayasa ini dimulai,” tambahnya.
Ismail menegaskan, kasus Batu Ampar ini harus menjadi momentum besar bagi aparat penegak hukum. “Jangan sampai kasus berhenti di tersangka yang ada. Harus ditelusuri lebih dalam, siapa aktor intelektualnya, siapa yang merancang proyek gagal ini. Jangan biarkan uang rakyat habis tanpa hasil,” tutupnya.

