BASIC CHRISTIAN SCHOOL Rayakan Hari Guru 2025 dengan Tema “Victorious in Humility”
StrightTimes – Suasana haru dan sukacita menyelimuti lingkungan BASIC CHRISTIAN SCHOOL pada perayaan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11/2025). Dengan mengusung tema “Victorious in Humility”, sekolah yang dikenal dengan fondasi pendidikan Kristen ini menggelar rangkaian kegiatan khusus dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA.
Kepala Sekolah BASIC CHRISTIAN SCHOOL, Pinta Rajagukguk, MM, menyampaikan bahwa tema tahun ini memiliki makna spiritual yang dalam:l kemenangan seorang pendidik lahir dari kerendahan hati dalam melayani.
“Victorious in Humility berarti setiap guru memperoleh kemenangan lewat kerendahan hati. Guru adalah pelayan. Di sekolah Kristen seperti kami, guru dipersiapkan untuk membawa kabar sukacita bagi setiap anak bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat—teladan utama, pahlawan, dan guru agung yang kami tiru,” ujar Pinta.
Rangkaian Acara dari TK hingga SMA
Perayaan Hari Guru dimulai pagi hari dengan upacara bendera yang melibatkan seluruh murid dari tingkat TK hingga SMA. Setelah upacara, tiap jenjang mengadakan kegiatan khusus. Di jenjang menengah, kegiatan dipimpin langsung oleh organisasi kesiswaan (OSIS). Para siswa memberikan kenang-kenangan kepada guru sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi mereka selama satu tahun ajaran.
Untuk tingkat SD, kegiatan diselenggarakan oleh PSG (Parent Step Out Group) komite sekolah yang selama ini aktif dalam mendukung kegiatan pendidikan.
Mulai pukul 09.00 WIB, PSG menggelar berbagai aktivitas apresiasi, penampilan siswa, dan sesi doa bersama untuk para guru. Kegiatan berlangsung hingga siang dan ditutup dengan makan bersama antara siswa, guru, dan orang tua murid.
“Acara ini digagas orang tua dari PSG. Mereka ingin menunjukkan bahwa pendidikan adalah kerja bersama, bukan hanya guru, tapi seluruh keluarga besar sekolah,” jelas Pinta.
Dalam pesannya, Pinta Rajagukguk menegaskan bahwa guru bukan hanya tenaga pengajar, tetapi juga mitra pelayanan yang menjalankan visi dan misi sekolah.
“Guru adalah tim saya. Mereka bersama-sama mengemban visi dan misi sekolah. Perayaan ini memang khusus untuk guru, tetapi pada dasarnya semua warga sekolah bekerja dalam satu kesatuan yang dipimpin oleh Tuhan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Pinta berharap para guru memandang profesi mereka sebagai panggilan, bukan sekadar pekerjaan administratif.
“Ketika guru menyadari bahwa mengajar adalah panggilan, maka apa pun tantangan yang muncul akan dihadapi dengan bersandar kepada Kristus Sang Juruselamat,” tutupnya.
Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi momentum penghormatan kepada pendidik, tetapi juga refleksi spiritual bahwa proses mendidik merupakan bagian dari pelayanan iman.
Dengan tema Victorious in Humility, seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa pendidikan Kristen berakar pada kasih, kerendahan hati, dan teladan Kristus. Para guru diharapkan terus membawa semangat tersebut dalam mendampingi generasi muda. (*)

