Aklamasi Penuh Kebersamaan, Piter Tanjaya Kembali Terpilih Pimpin INTI Kepri Periode 2026–2030: Lanjutkan Semangat Pengabdian, Kaderisasi, dan Aksi Sosial Nyata untuk Masyarakat Kepulauan Riau
sgrighttimes – Musyawarah Daerah (Musda) V Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Pacific Palace Hotel berlangsung penuh suasana kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Piter Tanjaya kembali dipercaya dan terpilih memimpin INTI Kepri periode 2026–2030.
Keputusan tersebut lahir dari kesepakatan dan dukungan kuat Dewan Penasehat, Dewan Pembina, jajaran pengurus, hingga koordinator INTI dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau yang menilai kepemimpinan Piter Tanjaya selama periode sebelumnya berhasil membawa INTI Kepri menjadi organisasi yang solid, aktif, dan hadir nyata di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Ketua Dewan Pembina INTI Kepri, Datok Amat Tantoso, menyampaikan bahwa kepemimpinan Piter Tanjaya selama ini dinilai sukses menjaga kekompakan organisasi sekaligus memperkuat peran sosial INTI Kepri di tengah masyarakat.
Menurutnya, berbagai dewan senior dan tokoh organisasi sepakat bahwa keberlanjutan kepemimpinan Piter Tanjaya masih sangat dibutuhkan demi menjaga kesinambungan program sosial, kaderisasi, serta semangat persaudaraan yang telah dibangun selama ini.
“Beliau sudah membuktikan kepemimpinan dengan kerja nyata. Bukan hanya membesarkan organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat luas di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Datok Amat Tantoso.
Di bawah kepemimpinan Piter Tanjaya, INTI Kepri dinilai berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga memiliki wajah kemanusiaan yang kuat. Berbagai program sosial dijalankan secara konsisten dan menyentuh langsung masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
Berbagai kegiatan kemanusiaan yang selama ini dijalankan INTI Kepri mulai dari operasi katarak gratis, bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas, bedah rumah masyarakat kurang mampu, pembagian sembako, bantuan kesehatan sosial, hingga berbagai aksi kemanusiaan lainnya menjadi bukti nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
“Yang dibangun bukan hanya organisasi, tetapi rasa kepedulian dan semangat kemanusiaan. Banyak masyarakat kecil yang benar-benar merasakan manfaat dari program-program sosial INTI Kepri,” tuturnya.
Datok Amat juga menilai keberhasilan INTI Kepri tidak terlepas dari kemampuan organisasi membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan sosial, hingga komunitas kemasyarakatan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting yang membuat berbagai program sosial INTI Kepri mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pulau-pulau di Kepulauan Riau.
Selain penguatan program sosial, Datok Amat turut menyoroti pentingnya kaderisasi di tubuh organisasi. Ia berharap INTI Kepri terus melahirkan generasi muda yang memiliki semangat pengabdian, jiwa sosial, dan kemampuan kepemimpinan demi melanjutkan estafet perjuangan organisasi di masa mendatang.
“Kaderisasi harus terus berjalan. Organisasi besar harus mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki semangat melayani dan mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya usai kembali terpilih, Piter Tanjaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin INTI Kepri periode 2026–2030.
Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk terus menjaga kekompakan keluarga besar INTI Kepri sekaligus memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat Kepulauan Riau.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya. Ini adalah amanah besar yang harus dijaga bersama-sama dengan semangat persaudaraan, kekompakan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Piter Tanjaya.
Ia menegaskan, ke depan berbagai program bakti sosial dan kemanusiaan akan kembali digencarkan agar kehadiran INTI Kepri semakin dirasakan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan dan perhatian sosial.
Menurut Piter, semangat “Tulus Memberi, Ikhlas Mengabdi” akan tetap menjadi landasan utama organisasi dalam menjalankan seluruh program dan kegiatan sosial ke depan.
“Kami ingin INTI Kepri terus hadir menjadi bagian dari masyarakat. Organisasi ini harus terus membawa manfaat, memperkuat kebersamaan, dan menjaga nilai kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang siapa pun,” katanya.
Sekretaris INTI Kepri sekaligus Ketua Tim Penjaringan, Nurhayati, juga mengapresiasi jalannya Musda yang berlangsung harmonis, penuh kekeluargaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum penting memperkuat konsolidasi internal dan menjaga soliditas keluarga besar INTI Kepri agar semakin kuat dalam menjalankan pengabdian sosial kepada masyarakat.
Pelaksanaan Musda V INTI Kepri tahun 2026 pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kesinambungan kepemimpinan organisasi, memperluas kaderisasi, menjaga kekompakan internal, serta memperbesar kontribusi sosial INTI Kepri bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, nilai “Tulus Memberi, Ikhlas Mengabdi” diharapkan tetap menjadi roh perjuangan INTI Kepri dalam setiap langkah pengabdian, menjaga persaudaraan, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan aksi sosial nyata bagi masyarakat tanpa batas.

