Di Perayaan Dirgahayu ke-19 Hanura, Ketua DPC Batam Raja Hery Tegaskan Kritik dari Kader terhadap Layanan Kesehatan sebagai Instrumen Pengawasan Publik demi Kepatuhan BPJS dan Perlindungan Hak Masyarakat
StrightTimes – Perayaan Dirgahayu ke-19 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi momentum penting bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Batam untuk menegaskan sikap politik partai dalam membela kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.
Ketua DPC Hanura Batam, Raja Hery Mochrizal, menegaskan bahwa kritik dan pengawasan yang dilakukan kader Hanura terhadap layanan kesehatan, termasuk pelaksanaan program BPJS Kesehatan, bukanlah bentuk penghambatan pelayanan, melainkan langkah korektif demi memastikan layanan berjalan sesuai regulasi dan berpihak kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Raja Hery dalam acara Syukuran Dirgahayu ke-19 Partai Hanura yang digelar di Kantor DPC Hanura Batam, Minggu (21/12/2025). Ia menyampaikan bahwa kader Hanura yang duduk sebagai anggota DPRD Batam memiliki hak sekaligus kewajiban konstitusional untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.
Menurut Raja Hery, pengawasan yang dilakukan kader Hanura justru bertujuan mencegah praktik pelayanan yang menyimpang dari ketentuan BPJS Kesehatan, seperti pembatasan layanan, prosedur yang tidak transparan, maupun perlakuan diskriminatif terhadap pasien. Ia menegaskan, kritik yang disampaikan berbasis aturan dan kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi maupun politik sesaat.
“Kritik dan pengawasan itu bukan untuk mengganggu pelayanan. Justru untuk memastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan. Jika ditemukan pelayanan yang tidak sesuai aturan BPJS, maka wajib dikoreksi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menyikapi kritik secara objektif dan proporsional. Dinamika dalam pengawasan pelayanan publik, lanjutnya, merupakan bagian dari mekanisme checks and balances dalam sistem demokrasi, sehingga tidak boleh dipersepsikan sebagai serangan personal atau upaya melemahkan institusi pelayanan kesehatan.
Momentum Dirgahayu ke-19 Hanura tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal partai. Acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Partai Hanura dalam kancah politik nasional dan daerah.
Potongan tumpeng pertama diserahkan Raja Hery Mochrizal kepada kader sebagai simbol amanah perjuangan. Ia menegaskan bahwa Hanura adalah rumah besar bagi kader yang berjuang dengan niat tulus mengabdi kepada rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, bukan semata mengejar jabatan atau kepentingan pribadi.
“Selama kader berada di jalur kebenaran dan membela kepentingan rakyat, partai akan berdiri paling depan untuk melindungi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Raja Hery juga menyampaikan optimisme menghadapi kontestasi politik ke depan. Melalui konsolidasi berjenjang hingga tingkat basis, Hanura Batam menargetkan perolehan 6 hingga 7 kursi DPRD Kota Batam pada Pemilu mendatang sebagai bagian dari penguatan peran politik partai dalam memperjuangkan pelayanan publik yang lebih adil dan berkualitas.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh kader menjaga kekompakan dan konsistensi perjuangan. Raja Hery berharap setiap ikhtiar politik Hanura Batam senantiasa mendapat ridho Allah SWT demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat Kota Batam.

