Perlakuan Eksklusif di Sidang Putusan Sela Wartawan Senior Gordon Silalahi di PN Batam Diibaratkan Bak Kasus Dakwaan Ratusan Triliunan, Dukungan Penuh Solidaritas dari Tokoh-Tokoh Masyarakat Mengalir
StrightTimes – Sidang putusan sela terdakwa Gordon Silalahi di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa 16 September 2025, berlangsung dengan nuansa eksklusif dan penuh sorotan publik. Suasana sidang tampak berbeda dari biasanya, bahkan sejumlah pihak mengibaratkan Gordon diperlakukan layaknya terdakwa kasus besar bernilai triliunan rupiah.
Ketika memasuki ruang sidang, Gordon tampil seorang diri tanpa disandingkan dengan belasan tahanan lain sebagaimana lazimnya. Ruang sidang justru dipenuhi para pendukung yang hadir memberikan dukungan moral. Usai sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Vabiannes Stuart Wattimena, Gordon pun langsung digiring ke mobil tahanan dan kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) seorang diri, tanpa melalui sel tahanan PN Batam. Situasi ini membuat banyak pihak yang hadir mengibaratkan perlakuan terhadap Gordon layaknya kasus kakap senilai ratusan triliun.
“Eksklusif, sidang Gordon berlangsung unik. Ia datang bersamaan dengan puluhan terdakwa lain yang hendak disidang, namun ketika persidangan dimulai, Gordon disidangkan seorang diri. Usai sidang, ia juga dibawa ke Rutan sendiri secara terpisah, tak seperti biasanya Situasi ini ibarat sidang Harvey Moeis dalam kasus korupsi Rp300 triliun yang baru saja divonis padahal hanya masalah uang jasa 20 juta selama 6 bulan dikerjainya yang dipermasalahi,” ujar salah satu pendukung yang hadir, Bung Leman Lubis.
Persidangan eksklusif Gordon Silalahi ini semakin mengundang simpati dari berbagai kalangan. Sebelumnya ratusan mahasiswa dan pemuda serta masyarakat hadir memberi dukungan moral terhadap wartawan senior Kota Batam ini terus meluas, tak hanya dari komunitas pers, tetapi juga dari tokoh-tokoh masyarakat yang menyatakan keprihatinannya.
Sejumlah figur terkemuka di Batam turut hadir langsung di PN Batam sebagai bentuk solidaritas. Di antaranya, Moody Arnold Timisela, Johson Sibuea selaku tokoh sentral Ikatan Keluarga Sumatera Utara (IKABSU), serta Wirya Silalahi yang juga merupakan penasihat IKABSU. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa dukungan terhadap Gordon bukan sekadar simpati, melainkan juga penolakan atas dugaan kriminalisasi yang menjerat dirinya.
Tokoh masyarakat Kota Batam, Moody Arnold Timisela, usai sidang menilai bahwa duduknya Gordon di kursi pesakitan sarat dengan kejanggalan. Ia menduga ada campur tangan oknum pengusaha yang bermain di balik perkara ini. Dengan kekuatan uang, oknum tersebut diduga mampu memengaruhi sejumlah aparat penegak hukum.
“Kami hadir memberikan dukungan kami maknai dengan nuansa One Piece, yakni sebagai simbol perlawanan serta penolakan terhadap kriminalisasi dan tegaknya keadilan,” tegas Moody.

