Perjalanan Panjang Penuh Doa dan Perjuangan, Ryan Alfiqri Lubis Putra dari Wakil Komandan Tim Intel Korem 033/WP Lettu Kav Mukhsin Lubis Menapaki Langkah Baru sebagai Bagian dari Keluarga Besar Akmil
StrightTimes — Di balik sebuah keberhasilan, selalu ada perjalanan panjang yang tidak terlihat. Ada air mata yang jatuh dalam diam, ada doa yang terus dipanjatkan, serta ada perjuangan yang mungkin hanya diketahui oleh mereka yang menjalaninya.
Begitu pula perjalanan Ryan Alfiqri Lubis, putra dari Lettu Kav Mukhsin Lubis, Wakil Komandan Tim Intel Korem 033/WP. Dengan tekad dan doa yang menyertai setiap langkahnya, Ryan akhirnya berhasil menapaki pintu pengabdian untuk menjadi bagian dari keluarga besar Akademi Militer (Akmil) Tahun 2026.
Kamis, 30 Juli 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi Ryan dan keluarganya. Setelah melewati rangkaian seleksi yang panjang, penuh tantangan, dan membutuhkan ketekunan, Ryan resmi dinyatakan lulus sebagai Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 pada matra TNI Angkatan Darat (Akmil) di Markas Komando Akademi Militer (Akmil) Magelang Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang
Bagi keluarga, hari itu bukan hanya tentang sebuah kelulusan, tetapi juga tentang buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi harapan, perjuangan, dan doa yang tidak pernah putus.
Sejak kecil, Ryan tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan arti kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian. Sebagai putra seorang prajurit, ia melihat langsung bagaimana nilai perjuangan dan ketulusan dalam mengabdi ditanamkan oleh sang ayah. Sementara kasih sayang, doa, dan keteguhan sang bunda menjadi kekuatan yang selalu mengiringi setiap langkahnya.
Jalan menuju Akmil bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak tahapan yang harus dilewati, banyak rasa lelah yang harus dilawan, dan banyak pengorbanan yang harus dijalani. Namun, dengan keyakinan, kerja keras, serta dukungan keluarga, setiap proses akhirnya membawa Ryan sampai pada titik yang membanggakan ini.
Bagi Ryan, menjadi bagian dari keluarga besar Akmil bukan sekadar pencapaian pribadi. Ini adalah sebuah amanah besar untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian yang selama ini ia lihat dan pelajari dari sosok ayahnya. Sebuah langkah awal untuk membentuk diri menjadi prajurit yang berkarakter, berintegritas, dan siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Di hari bahagia tersebut, pesan keluarga menjadi penguat bagi perjalanan panjang yang masih terbentang di depan.
Lettu Kav Mukhsin Lubis berpesan kepada putranya agar selalu menjalani pendidikan dengan penuh kesungguhan, menjaga sikap, tetap rendah hati, serta tidak pernah melupakan nilai-nilai yang menjadi dasar seorang prajurit.
“Jalani pendidikan dengan penuh semangat, jaga nama baik keluarga, terus belajar, dan jadilah abdi negara yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta dedikasi untuk bangsa dan negara,” pesan Lettu Kav Mukhsin Lubis.
Rasa syukur pun mengiringi kebahagiaan keluarga atas capaian tersebut. “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Semua ini merupakan karunia Allah SWT. Terima kasih kepada seluruh keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, serta motivasi kepada Ryan. Kami tidak mampu membalas segala kebaikan tersebut. Semoga Allah SWT membalasnya dengan keberkahan,” ungkap keluarga.
Di balik langkah Ryam menuju masa depan, ada perjuangan orang tua yang sering kali tidak terlihat. Ada doa seorang ibu yang terus mengalir dalam setiap sujudnya, ada harapan seorang ayah yang menjadi kekuatan, serta ada cinta keluarga yang selalu menjadi tempat kembali.
Kisah Ryan Alfiqri Lubis menjadi pengingat bahwa sebuah cita-cita besar tidak hadir secara instan. Ia lahir dari kesabaran, kerja keras, pengorbanan, dan doa yang tidak pernah berhenti.
Akmil 2026, sebuah langkah baru telah dimulai. Membawa harapan keluarga, melanjutkan nilai pengabdian, dan menjemput cita-cita untuk negeri.

