Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Kepri Lintong C. Manurung: Keterbukaan Pemimpin Daerah terhadap Media Jadi Fondasi Pemerintahan yang Dipercaya Publik
StrightTimes – Ketua Delegasi Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Provinsi Kepulauan Riau, Lintong C. Manurung, menegaskan bahwa keterbukaan kepala daerah dan para pemimpin terhadap media merupakan kunci dalam membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan mendapat kepercayaan masyarakat. Menurutnya, hubungan yang sehat antara pemerintah dan insan pers tidak hanya memperkuat penyampaian informasi publik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Lintong saat menghadiri penganugerahan Pena Emas Award dan Pimred Award 2026 yang digelar FPRMI di Ballroom The Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026) malam. Ia hadir bersama pengurus FPRMI Kepulauan Riau, Oki Indra, dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 FPRMI.
Lintong mengapresiasi penyelenggaraan penghargaan tersebut yang memberikan penghormatan kepada 67 tokoh nasional, mulai dari menteri, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan lembaga, aparat penegak hukum, legislator, hingga pemimpin korporasi. Menurutnya, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap para pemimpin yang tidak hanya memiliki capaian kinerja, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang terbuka dan konstruktif dengan media.
“Pemimpin saat ini tidak cukup hanya memiliki keberhasilan dalam menjalankan program pembangunan, tetapi juga harus mampu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui media. Keterbukaan informasi dan kemudahan berkomunikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Lintong.
Ia menilai media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan kebijakan, mengedukasi masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Karena itu, keterbukaan terhadap kritik, kemudahan akses informasi, dan komunikasi yang profesional dengan insan pers menjadi indikator penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Media adalah mitra strategis dalam pembangunan. Ketika komunikasi dibangun secara terbuka dan saling menghargai, informasi yang diterima masyarakat akan lebih utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Lintong.
Sementara itu, FPRMI dalam penganugerahan Pena Emas Award dan Pimred Award 2026 menetapkan 67 tokoh nasional sebagai penerima penghargaan setelah melalui proses seleksi yang dilakukan dewan juri. Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson Lumi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemimpin yang dinilai memiliki komitmen dalam membangun komunikasi publik dan kemitraan yang baik dengan media.
“Setelah melalui proses penilaian yang komprehensif, dewan juri menetapkan 67 tokoh yang layak menerima penghargaan Pimred Award dan Pena Emas 2026,” ujar Bernadus.
Ketua Dewan Juri, Yogi Hadi Ismanto, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya melihat capaian kinerja, tetapi juga mempertimbangkan keterbukaan informasi, kemudahan komunikasi dengan media, serta komitmen membangun hubungan yang sehat dengan pers.
Pada kategori Pena Emas Award, penghargaan diberikan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Sementara Pimred Award 2026 diberikan kepada sejumlah tokoh nasional dari berbagai bidang.
Lintong berharap penghargaan yang diberikan FPRMI dapat menjadi pemicu bagi para pemimpin di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat keterbukaan informasi dan membangun komunikasi publik yang lebih baik.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya dibangun melalui program kerja, tetapi juga melalui keterbukaan, transparansi, dan kesediaan pemimpin untuk mendengar berbagai masukan dari publik.
Rangkaian HUT ke-3 FPRMI di Yogyakarta juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya Gala Dinner serta kegiatan 3 Fun yang meliputi Fun Walk, Fun Bike, dan Fun Aerobik yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

