Forum Pemimpin Redaksi Media Indonesia (FPRMI) Rayakan HUT Ke-3, Tegaskan Komitmen Perkuat Profesionalisme Pers, Literasi Media, dan Kolaborasi untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
StrightTimes – Forum Pemimpin Redaksi Media Indonesia (FPRMI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 melalui rangkaian Festival 3 Tahun FPRMI yang digelar di Yogyakarta. Puncak peringatan berlangsung dalam gala dinner di Gedung DPD RI Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam, yang dihadiri jajaran pengurus FPRMI dari berbagai daerah di Indonesia, anggota DPD RI, Dewan Pers, tokoh pers, pimpinan perusahaan media, serta tamu undangan.
Perayaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum FPRMI sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi yang memasuki usia tiga tahun. Momentum tersebut sekaligus menjadi refleksi atas kiprah FPRMI dalam memperkuat profesionalisme pers, membangun kolaborasi antarmedia, serta mendorong peningkatan kualitas jurnalistik di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson Lumi mengatakan bahwa peringatan HUT ke-3 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan insan pers di seluruh Indonesia. Menurutnya, FPRMI dibentuk bukan untuk menciptakan persaingan antarmedia, melainkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemimpin redaksi dalam meningkatkan kualitas jurnalistik dan menjaga marwah profesi wartawan.
Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menumbuhkan semangat saling mendukung dan berlomba-lomba menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berintegritas, akurat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Baginya, pers yang kuat lahir dari semangat kolaborasi, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan.
Ketua Umum FPRMI juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul dalam pemberitaan telah memiliki mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers. Oleh karena itu, seluruh insan pers diingatkan agar senantiasa menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap proses peliputan maupun penyajian informasi kepada publik.
Berdasarkan data Dewan Pers, sepanjang 2025 tercatat sekitar 1.285 pengaduan yang masuk. Sekitar 90 persen berasal dari media siber, sedangkan sisanya berasal dari media televisi dan radio. Mayoritas pengaduan berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik yang mengatur mengenai akurasi, independensi, dan keberimbangan pemberitaan.
Memasuki tahun keempat, lanjutnya, FPRMI ingin mengambil peran yang lebih besar sebagai pengawal profesionalisme pers. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para pemimpin redaksi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, memberikan pendampingan kepada wartawan maupun pengelola media yang masih membutuhkan penguatan kompetensi, serta memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi media.
Menurutnya, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap media massa. Karena itu, literasi media menjadi salah satu agenda strategis yang akan terus dikembangkan FPRMI melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, maupun organisasi profesi lainnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pers, Yogi, Hadi Ismanto SH., MM., mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 jumlah pengaduan yang diterima Dewan Pers telah mencapai sekitar 1.500 kasus. Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan literasi media bukan hanya menjadi tanggung jawab wartawan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Yogi juga menyoroti kondisi industri pers yang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi keberlanjutan bisnis media. Menurutnya, tidak sedikit perusahaan pers di daerah yang masih bergantung pada dukungan pemerintah daerah untuk mempertahankan operasional di tengah perubahan model bisnis media akibat perkembangan teknologi digital.
Di sisi lain, ia menyampaikan adanya perkembangan positif terkait perlindungan terhadap karya jurnalistik. Menurutnya, produk pers akan memperoleh perlindungan sebagai objek hak cipta setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum. Saat ini, pembahasan masih difokuskan pada penyusunan mekanisme teknis pelaksanaannya.
“Ke depan, apabila cuplikan berita digunakan di berbagai platform digital, diharapkan terdapat mekanisme pemberian royalti kepada perusahaan pers maupun pembuat konten jurnalistik. Perjuangan teman-teman dalam menghasilkan berita harus dihargai,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPD RI Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, MM, turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-3 Forum Pemimpin Redaksi Media Indonesia. Menurutnya, perjalanan FPRMI selama tiga tahun terakhir menunjukkan komitmen yang konsisten dalam memperkuat profesionalisme pers, membangun jejaring antarpemimpin redaksi, serta mendorong lahirnya ekosistem media yang sehat, independen, dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi Indonesia. Karena itu, menurutnya, media harus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai edukasi ke masyarakat.
Ia mengapresiasi keberadaan FPRMI sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para pemimpin redaksi, tetapi juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyajian informasi yang berkualitas. Di tengah derasnya arus informasi digital, maraknya hoaks, disinformasi, dan meningkatnya tantangan terhadap kredibilitas media, organisasi seperti FPRMI dinilai memiliki posisi yang semakin strategis dalam menjaga kualitas jurnalistik nasional.
Menurutnya, pers memiliki fungsi penting sebagai salah satu pilar demokrasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta membangun ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap para pemimpin redaksi terus menggunakan ilmu, pengalaman, dan integritasnya untuk menghadirkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, serta berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, menurutnya harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, bukan mengurangi proses verifikasi, akurasi, maupun tanggung jawab etik yang menjadi fondasi utama profesi jurnalistik.
“Mewakili keluarga besar DPD RI, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-3 Forum Pemimpin Redaksi Media Indonesia. Semoga FPRMI semakin maju, semakin solid, terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat profesionalisme pers, meningkatkan literasi media, serta menghadirkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat demokrasi Indonesia,” ujarnya.

