Lady Two Stroke Batam Resmi Dibentuk, Satukan Perempuan Pecinta Motor Dua Tak Lewat Persaudaraan, Bakti Sosial, dan Budaya Berkendara Aman; Judith Firdaus: Silakan Bergabung, Kami Terbuka untuk Semua Suku dan Agama
StrightTimes – Deru khas mesin motor dua tak selama ini identik dengan dunia kaum pria. Namun, di Batam, suara Yamaha RX-King, Kawasaki Ninja, dan berbagai motor dua tak lainnya kini berpadu dengan semangat para perempuan yang memilih bersatu dalam sebuah wadah persaudaraan. Mereka membentuk Lady Two Stroke Batam, sebuah komunitas yang tidak hanya mewadahi kecintaan terhadap dunia otomotif, tetapi juga mengusung misi sosial, edukasi, serta pemberdayaan perempuan.
Sebagai langkah awal memperkuat organisasi, Lady Two Stroke Batam akan menggelar pelantikan kepengurusan di kawasan Batam Centre. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi perdana komunitas yang akan berlangsung pada 23 Agustus 2026.
Ketua Lady Two Stroke Batam, Judith Firdaus, mengatakan peringatan anniversary perdana bukan sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan momentum untuk memperkenalkan eksistensi komunitas sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Sebelum acara puncak anniversary, tepatnya pada 21 Agustus, kami akan mengadakan pembagian sembako ke panti jompo dan juga membagikan bantuan kepada para pengendara di jalan. Kemudian pada tanggal 21 hingga 23 Agustus akan berlangsung rangkaian kegiatan bakti sosial sekaligus pelantikan kepengurusan yang telah dilegalisasi dengan struktur organisasi berjumlah 15 orang,” ujar Judith.
Menurut Judith, lahirnya Lady Two Stroke Batam berawal dari kesamaan hobi para perempuan pecinta motor dua tak yang kerap menghabiskan waktu bersama. Dari kebersamaan tersebut muncul keinginan untuk membentuk organisasi yang lebih terarah sehingga setiap kegiatan memiliki tujuan dan manfaat yang lebih luas.
“Lady Two Stroke Batam merupakan perkumpulan ibu-ibu pecinta motor dua tak seperti RX-King, Ninja, dan motor dua tak lainnya. Awalnya kami sering berkumpul karena memiliki waktu luang yang sama, lalu muncul keinginan membentuk organisasi agar kegiatan yang dilakukan lebih terarah. Kini setiap bulan kami memiliki agenda, terutama kegiatan bakti sosial,” katanya.
Tak hanya menjadi wadah berkumpul, Lady Two Stroke Batam juga ingin membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab. Edukasi mengenai safety riding menjadi salah satu program utama yang akan terus dijalankan setelah pelantikan.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang positif bagi para ibu-ibu. Misinya adalah membangun rasa kekeluargaan, memperkuat solidaritas antarmember, sekaligus menumbuhkan budaya berkendara yang aman. Nantinya akan ada kegiatan safety riding. Bahkan jika ada anggota yang mengalami kendala dalam pengurusan SIM, kami akan berupaya membantu memberikan pendampingan,” jelas Judith.
Selain edukasi keselamatan berkendara, komunitas ini juga telah menyiapkan berbagai agenda berkelanjutan, mulai dari touring, kegiatan sosial, pelatihan, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Setelah resmi dilantik, kami ingin semakin aktif menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kami berharap Lady Two Stroke Batam bukan hanya dikenal sebagai komunitas motor, tetapi juga sebagai organisasi yang memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.
Judith menegaskan, Lady Two Stroke Batam memiliki visi menjadi komunitas perempuan pecinta motor yang solid, beretika, dan mampu menginspirasi masyarakat. Karena itu, organisasi ini terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang.
“Kami ingin menjadi komunitas motor yang solid, beretika, dan inspiratif. Lady Two Stroke Batam adalah wadah untuk tumbuh, berkarya, dan menjalin persaudaraan tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang apa pun. Siapa saja yang memiliki semangat yang sama, kami persilakan untuk bergabung bersama kami,” tuturnya.
Dalam menjalankan roda organisasi, Lady Two Stroke Batam mengusung slogan “Nyoride Merdeka, Bersatu dalam Persaudaraan.” Slogan tersebut menjadi cerminan nilai-nilai yang dijunjung komunitas, yakni kebersamaan, kekeluargaan, saling menghargai, bekerja dengan hati, bertanggung jawab, profesional, transparan dalam setiap keputusan, saling mendukung demi kemajuan organisasi, serta menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan berkendara.
Adapun susunan kepengurusan Lady Two Stroke Batam terdiri atas Judith Firdaus sebagai Ketua, Nadila Nasha sebagai Wakil Ketua, Dian Anggreiny sebagai Bendahara, Marisya Lasmita sebagai Sekretaris, Tekenati Choerunnisa dan Clara Apriani pada Divisi Event, Ephie Yani dan Putri Maharany pada Divisi Humas, Mega Lorensia, Krisna Sari, dan Je Je pada Divisi Seni Budaya, Elisabeth Pipit Sumiyanti dan Silvi Floren pada Divisi Kode Etik, serta Winda Anggrain dan Nurul Fau pada Divisi Bina Usaha.
Dengan semangat persaudaraan yang tumbuh dari kecintaan terhadap motor dua tak, Lady Two Stroke Batam berharap dapat menjadi contoh bahwa komunitas otomotif perempuan tidak hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui aksi sosial, edukasi, dan berbagai kegiatan positif yang berkelanjutan.

