Ketua FPRMI Kepri Lintong C. Manurung Apresiasi Panitia atas Suksesnya HUT ke-3 FPRMI yang Megah dan Meriah di Yogyakarta, Sampaikan Terima Kasih kepada Ketua Umum Bernadus Wilson Lumi, Delegasi Kepri Siap Mengedukasi Wartawan dan Memperkuat Literasi Media di Daerah
StrighTimes – Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) sukses menggelar rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 di Yogyakarta yang berlangsung meriah, 16-19 Juli 2016 yang penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional bagi para pemimpin redaksi dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi ajang silaturahmi, HUT ke-3 FPRMI menghadirkan berbagai agenda strategis yang membahas masa depan industri pers nasional, mulai dari peningkatan kualitas jurnalistik, tantangan media digital, perlindungan karya jurnalistik, hingga penguatan literasi media di tengah derasnya arus informasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung semarak melalui Gala Dinner, penganugerahan Pena Emas Award dan Pimred Award 2026, serta kegiatan 3 Fun yang meliputi Fun Walk, Fun Bike, dan Fun Aerobik yang diikuti seluruh delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketua FPRMI Provinsi Kepulauan Riau, Lintong C. Manurung, yang memimpin langsung delegasi Kepri didampingi Oki Indra Purnama, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara serta Ketua Umum FPRMI, Bernadus Wilson Lumi, yang telah menghadirkan kegiatan nasional dengan sangat baik, megah, dan penuh makna.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia HUT ke-3 FPRMI yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, mewah, dan meriah. Terima kasih juga kepada Ketua Umum FPRMI, Bapak Bernadus Wilson Lumi, beserta seluruh jajaran pengurus pusat yang terus membangun semangat kebersamaan serta meningkatkan kualitas insan pers di Indonesia,” ujar Lintong, Minggu 19 Juli 2026 malam.
Menurutnya, forum nasional tersebut memberikan banyak wawasan dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi seluruh delegasi daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital yang berkembang begitu cepat.
Dalam forum tersebut, Anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, Dewan Pers telah menerima sekitar 1.500 pengaduan masyarakat terkait pemberitaan media. Tingginya angka tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perusahaan pers agar semakin memperkuat proses verifikasi, penyuntingan, serta penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Pesan yang paling mengemuka dalam forum tersebut adalah bahwa kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses verifikasi yang memadai agar menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menanggapi hal itu, Lintong menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral sekaligus profesional dalam setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan. Kepercayaan publik terhadap media hanya dapat dijaga apabila seluruh proses pemberitaan dilakukan sesuai Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan media online di Kepulauan Riau yang terus meningkat merupakan peluang besar dalam memperluas akses informasi masyarakat. Namun, pertumbuhan tersebut harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar media tetap menjadi sumber informasi yang kredibel dan tidak terjebak pada praktik penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Media online di Kepulauan Riau berkembang sangat pesat. Ini merupakan perkembangan yang positif, tetapi kualitas harus selalu menjadi prioritas. Wartawan harus mampu menjaga akurasi, keberimbangan, serta integritas dalam setiap pemberitaan agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara,” kata Lintong.
Ia juga menekankan bahwa literasi media tidak hanya menjadi tanggung jawab insan pers, tetapi juga masyarakat. Publik perlu memahami bagaimana membedakan produk jurnalistik yang diproses melalui tahapan peliputan, konfirmasi, verifikasi, penyuntingan, dan penerapan Kode Etik Jurnalistik dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Sepulang dari Yogyakarta, Delegasi FPRMI Kepulauan Riau berkomitmen membawa semangat dan hasil pembelajaran dari forum nasional tersebut untuk diterapkan di daerah. FPRMI Kepri akan terus mendorong program edukasi bagi wartawan, pelatihan jurnalistik, diskusi, peningkatan kompetensi, serta penguatan literasi media kepada masyarakat agar semakin cerdas dalam mengonsumsi informasi digital.
Lintong berharap semangat HUT ke-3 FPRMI menjadi momentum memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus meningkatkan kualitas media digital di Kepulauan Riau.
“Kami tidak hanya membawa pulang pengalaman dari Yogyakarta, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk terus mengedukasi wartawan, meningkatkan kompetensi insan pers, serta membangun literasi media di tengah masyarakat.
Kami ingin publik mampu membedakan mana produk jurnalistik yang lahir melalui proses profesional dan mana informasi yang hanya beredar di media sosial tanpa proses verifikasi. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pers akan semakin kuat,” tutup Lintong.

