Barisan Kader Dirapatkan, Tangan Diangkat Tinggi, Nyanyang Haris dan Iman Sutiawan Berdiri di Garda Terdepan, Nyatakan Perang Perlawanan terhadap Upaya Mengobok-obok Partai Gerindra
StrightTimes – Barisan kader dirapatkan, sorot mata diarahkan ke satu tujuan. Di halaman Kantor DPC Partai Gerindra Kota Batam, suasana Jumat siang itu bukan sekadar konsolidasi biasa, melainkan penegasan sikap politik. Di bawah panji burung garuda, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, berdiri di barisan depan, mengangkat tangan dengan sikap tegas menghadapi apa yang mereka nilai sebagai upaya pengusikan terhadap kehormatan partai. Inilah momen ketika kata “perang” dimaknai sebagai perlawanan total terhadap perlawanan yang mengobok-obok Partai Gerindra.
Kader dan simpatisan Partai Gerindra memadati halaman Kantor DPC Partai Gerindra Kota Batam di kawasan Batam Center, Jumat (19/12/2025). Massa yang hadir diperkirakan mencapai ratusan orang. Kehadiran mereka menyusul beredarnya informasi terkait rencana kedatangan pihak-pihak yang tidak diundang ke kantor partai berlambang burung garuda tersebut, yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas dan kehormatan partai.
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, hadir langsung bersama jajaran pengurus DPD. Turut mendampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, yang berdiri di Barisan depan beserta seluruh jajaran pengurus DPC, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, serta anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Gerindra.
Kehadiran para pimpinan partai menjadi bentuk simbol kekompakan dan soliditas struktur partai dari tingkat provinsi hingga kota. Massa yang hadir menunjukkan bahwa Gerindra di Provinsi Kepri berdiri dalam satu barisan, siap menjaga harkat, martabat, dan marwah partai dari segala bentuk gangguan.
Dalam aksi tersebut, salah satu kader Partai Gerindra, Setia Putra Tarigan, secara terbuka menyuarakan desakan agar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, dicopot dari jabatannya. Ia menilai aparat kepolisian lalai dalam menjaga situasi keamanan sehingga terjadi aksi demonstrasi bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-18 pada 18 Desember 2025 di Gedung DORD Batam.
“Kami minta Kapolresta Barelang dicopot dari jabatannya. Masa pada Hari Jadi Batam justru terjadi aksi demonstrasi,” teriak Setia Putra di hadapan massa, disambut sorakan dan tepuk tangan para kader.
Menurut massa, peringatan Hari Jadi Batam merupakan momentum sakral bagi masyarakat yang seharusnya berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kebanggaan, tanpa ternodai oleh aksi demonstrasi dalam bentuk apa pun.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan atas loyalitas serta kebersamaan yang ditunjukkan.
Nyanyang menegaskan bahwa kekompakan tersebut merupakan modal utama Partai Gerindra dalam mengabdi kepada masyarakat. Ia berharap soliditas kader Gerindra Batam dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat Batam, Kepulauan Riau, dan bangsa Indonesia secara luas.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau, H. Iman Sutiawan, dalam orasinya menegaskan bahwa Partai Gerindra selama ini tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum ataupun memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Namun, jika ada pihak luar yang mencoba mengobok-obok dan mengganggu Partai Gerindra, maka jawabannya hanya satu: lawan,” tegas Iman, yang disambut tepuk tangan panjang dan sorak sorai massa.
Iman juga menegaskan bahwa apabila ke depan masih terdapat pihak-pihak yang berupaya memecah belah Partai Gerindra, maka partainya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan seluruh upaya tersebut akan ditelusuri hingga ke akar-akarnya untuk mengetahui siapa dalang di baliknya, dan meminta agar semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Di bawah panji burung garuda yang berkibar, barisan itu akhirnya ditutup dengan satu pesan yang sama, Gerindra tidak akan mundur selangkah pun. Tangan telah diangkat menandakan perlawanan, barisan telah dirapatkan. Bagi Nyanyang Haris dan Iman Sutiawan, ini bukan sekadar respons sesaat, melainkan deklarasi sikap bahwa setiap upaya yang mengusik kehormatan partai akan dihadapi secara terbuka dan total. Di panggung politik Kepulauan Riau, Gerindra memilih berdiri di garis depan, siap bertarung demi marwah, loyalitas, dan kekuasaan politik yang mereka yakini.(*)

