Ketua IPK Kepri Minta Divhubinter Mabes Polri Melalui Dirkrimsus Polda Kepri Terus Mengusut Dugaan Keterlibatan AM dalam Kasus Kejahatan Love Scaming
StrightTimes – Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Kepri, Budi Purba mengapresiasi pengungkapan yang dilakukan Polisi Daerah (Polda) Kepri melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Divhubinter Polri dan Ministry of Public Security Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atas kasus love scamming, atau dikenal pemerasaan melalui video call sex, beberapa bulan lalu.
Jaringan kejahatan internasional love scamming di Batam yang diduga disinyalir dibantu oleh seorang pengusaha hiburan malam di Batam berinisial AM, mendapat tanggapan keras dari Ketua IPK Kepri Budi Purba.
Budi meminta Divhubinter Mabes Polri Melalui Dirkrimsus Polda Kepri terus melakukan proses pendalaman atau penyidikan terhadap AM agar terus ditindak lanjuti.
Seperti diberitakan oleh media terbitan Batam sebelumnya kata Budi, adanya keterlibatan
pengusaha hiburan malam berinisial AM yang diduga terlibat dalam kasus tersebut dalam menyiapkan tempat dan memfasilitasi untuk para pelaku love scamming melakukan modus operandinya.
“DPD IPK Kepri mendukung penuh upaya Polda Kepri untuk mencari keberadaan AM yang hingga kini belum tahu keberadaanya”, kata Budi, Rabu (15/11/2023).
Ia berharap Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri melalui Dirkrimsus Polda Kepri terus melakukan pelacakkan terhadap keberadaan AM.
Oleh karena itu, kata Budi, apabila dugaan kejahatan yang dilakukan AM itu dibiarkan dan polisi tidak mampu melakukan pengungkapan, maka akan menjadi catatan buruk bahwa ternyata Batam merupakan Kota yang aman untuk para pelaku kejahatan.
“Untuk itu, dengan adanya pengungkapan kasus ini love scamming di Batam membuktikan Polri tidak pernah membiarkan wilayah Indonesia menjadi arena perbuatan jahat. Baik itu untuk menargetkan korban dan peristiwanya di Indonesia maupun targetnya berada di negara lain,” katanya.
“DPD IPK Kepri akan terus mendukung upaya Polri dalam memberantas kejahatan Love Scamming”, tutup Budi

