Perkuat Kedaulatan Pangan di Wilayah Kepulauan, HKTI Gelar Musda dan Pelantikan Serentak Pengurus se-Kepri, Luncurkan Gerakan “Gerbang Pangan” untuk Dorong Kemandirian Masyarakat
StrightTimes -Ketahanan pangan tidak lagi dipandang sekadar persoalan produksi hasil pertanian. Di wilayah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau, tantangan keterbatasan lahan, tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, hingga fluktuasi harga bahan pokok menuntut hadirnya strategi baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Berangkat dari tantangan tersebut, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau mengambil langkah strategis dengan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus Pelantikan Serentak Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2026–2031.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 28–29 Juni 2026 di Hotel Harmoni One Batam itu tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat gerakan menuju kedaulatan pangan di daerah kepulauan.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Minggu (28/6) dengan pelantikan pengurus DPC HKTI dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Setelah itu, Musyawarah Daerah akan digelar untuk menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, memilih kepengurusan baru, sekaligus memperkuat kapasitas kader melalui orientasi dan kaderisasi.
Puncak kegiatan berlangsung pada Senin (29/6) di Grand Ballroom Hotel Harmoni One. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI dijadwalkan hadir secara langsung untuk melantik kepengurusan DPD HKTI Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin oleh Dr. Nyanyang Haris Pratamura, sekaligus melantik kepengurusan DPD Wanita Tani Kepri. Kehadiran pimpinan nasional tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kepulauan Riau dipandang memiliki posisi strategis dalam pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional, meski dikenal sebagai daerah yang didominasi kawasan industri dan maritim.
Prosesi pelantikan akan dikemas dengan nuansa budaya Melayu melalui penyambutan menggunakan kompang dan Tari Sekapur Sirih. Sentuhan budaya tersebut menjadi simbol penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pertanian di Kepulauan Riau tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
Namun, agenda terbesar dalam kegiatan ini bukan hanya pelantikan kepengurusan baru. HKTI juga akan meluncurkan program GERBANG PANGAN (Gerakan Membangun Ketahanan Pangan dari Pekarangan) sebagai gerakan kolektif yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Peluncuran program tersebut akan ditandai dengan penyerahan paket benih, pupuk, dan media tanam polybag kepada sepuluh perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal membangun budaya bertani di lingkungan rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, M.M., menegaskan bahwa pelantikan pengurus HKTI tidak boleh dimaknai sebatas pergantian kepemimpinan organisasi. Menurutnya, momentum ini harus menjadi titik awal lahirnya gerakan pertanian yang lebih inovatif dan mampu menjawab tantangan wilayah kepulauan.
“HKTI hadir sebagai jembatan strategis antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berproduksi. Justru dari pekarangan rumah kita dapat membangun ketahanan pangan keluarga dan memperkuat kemandirian daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan pertanian, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan setiap ruang produktif yang tersedia.
Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, jajaran pengurus DPN HKTI bersama pengurus daerah juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi strategis. Agenda tersebut meliputi panen durian di Citra Kebun Wisata sebagai bentuk dukungan terhadap sektor hortikultura lokal, peninjauan Gudang Bulog Batu Ampar untuk melihat kesiapan stok pangan, hingga peresmian sejumlah program pertanian yang menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di Kepulauan Riau.
Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa HKTI ingin memastikan program yang dirancang tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar menyentuh kondisi riil di lapangan. Sinergi antara organisasi petani, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem pangan yang tangguh.
Bagi Provinsi Kepulauan Riau, yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri, perdagangan bebas, dan jasa maritim, penguatan sektor pertanian memiliki arti strategis. Ketahanan pangan menjadi bagian penting dari ketahanan daerah, terutama ketika distribusi logistik menghadapi gangguan atau terjadi gejolak harga komoditas di tingkat nasional.
Melalui Musda, pelantikan kepengurusan baru, serta peluncuran Gerakan Gerbang Pangan, HKTI berharap mampu membangun organisasi yang lebih solid, memperluas partisipasi masyarakat dalam sektor pertanian, sekaligus mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau.

