Pak Uban Ajak Seluruh Elemen PK NTT Kota Batam Bersatu, Dukung Pelantikan Mohammad Agung Teibang Disegerakan sebagai Ketua Umum Terpilih Periode 2026–2031
StraightTimes — Tokoh central masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) Kota Batam, Markus Meha Sawu, yang akrab disapa Pak Uban, mengajak seluruh elemen keluarga besar Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam untuk mengedepankan semangat persatuan, kedewasaan berdemokrasi, serta kebesaran hati dalam menyikapi hasil Musyawarah Besar (Mubes) VII yang telah menetapkan Mohammad Agung Teibang sebagai Ketua Umum PK NTT Kota Batam periode 2026–2031.
Menurut Pak Uban, terpilihnya Mohammad Agung Teibang melalui forum musyawarah tertinggi organisasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati bersama. Keputusan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi seluruh keluarga besar PK NTT di Batam untuk kembali merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan membangun organisasi yang semakin solid dalam lima tahun mendatang.
“Dalam sebuah organisasi, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, setelah musyawarah selesai dan keputusan telah diambil, sudah sepatutnya kita kembali bersatu. Demokrasi bukan hanya tentang proses memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana kita menghormati hasil keputusan bersama dan memberikan kesempatan kepada pemimpin terpilih untuk menjalankan amanahnya,” ujar Pak Uban.
Pak Uban menambahkan, dukungan terhadap Mohammad Agung Teibang sebagai Ketua Umum terpilih hendaknya menjadi wujud nyata kedewasaan seluruh elemen PK NTT Kota Batam dalam berdemokrasi.
Menurutnya, setiap aspirasi tetap memiliki nilai dan patut dihargai, sehingga dapat menjadi bagian dari masukan positif dalam membangun kepengurusan yang lebih baik, terbuka, serta mampu merangkul seluruh keluarga besar NTT di Kota Batam.
Lebih lanjut, Pak Uban berharap proses pelantikan Mohammad Agung Teibang dapat disegerakan serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi, sehingga ketua umum terpilih bersama seluruh jajaran pengurus dapat mulai menjalankan amanah dan menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan.
Ia juga mengajak para ketua paguyuban dari 22 kabupaten/kota agar turut memberikan dukungan melalui keterlibatan aktif dalam mensukseskan pelantikan.
“Mari kita berikan kepercayaan kepada Ketua Umum terpilih untuk memulai pengabdiannya. Kita dampingi bersama, kita beri masukan dengan cara yang baik, dan kita bangun komunikasi yang sejuk. Sebab, keberhasilan kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab ketua umum, melainkan hasil dari kebersamaan dan komitmen seluruh keluarga besar PK NTT,” ujar Pak Uban, Rabu 14 Oktober 2026.
Ia menegaskan, seluruh tahapan demokrasi organisasi hendaknya menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya menjadi ruang yang dapat memperpanjang perbedaan. Sebab, PK NTT Kota Batam merupakan rumah besar bagi masyarakat NTT yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keharmonisan, mempererat silaturahmi, dan membangun kehidupan diaspora yang lebih maju serta bermartabat.
Menurutnya, pelantikan merupakan tahapan penting untuk memberikan kepastian kepengurusan sekaligus membuka ruang bagi ketua umum terpilih bersama jajaran pengurus untuk segera bekerja, menyusun program, dan menjalankan agenda organisasi selama periode 2026–2031.
“Kita berharap proses pelantikan Ketua Umum terpilih, Saudara Mohammad Agung Teibang, dapat segera dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi. Ini bukan semata-mata persoalan pelantikan seseorang, melainkan bagaimana kita memberikan ruang bagi organisasi untuk bergerak maju, bekerja, dan melayani seluruh keluarga besar PK NTT Kota Batam,” katanya.
Sambung pak Uban kembali keterlibatan perwakilan dari 22 kabupaten/kota sangat penting agar kepengurusan PK NTT Kota Batam ke depan benar-benar mencerminkan kebersamaan seluruh elemen diaspora NTT, tanpa membedakan latar belakang, asal daerah, maupun perbedaan pandangan yang mungkin muncul selama proses musyawarah.
“Harapan saya, seluruh 22 ketua kabupaten/kota dapat bergandengan tangan dan memberikan dukungan. Mari kita hadirkan pengurus yang mampu mewakili keberagaman keluarga besar NTT di Batam. Jangan sampai ada yang merasa ditinggalkan. Kita semua memiliki hak untuk berkontribusi dan tanggung jawab yang sama untuk membesarkan organisasi ini,” tuturnya.
Lebih jauh, Pak Uban menilai bahwa tantangan PK NTT Kota Batam ke depan tidak ringan. Organisasi ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul, membangun komunikasi yang baik, serta menjembatani berbagai aspirasi dari seluruh unsur masyarakat NTT yang hidup dan berkembang di Kota Batam.
Karena itu, ia berharap Mohammad Agung Teibang dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan mengedepankan pendekatan persuasif, dialog, keterbukaan, dan semangat kekeluargaan. Seorang pemimpin, menurutnya, bukan hanya bertugas menjalankan program organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan memastikan seluruh elemen merasa menjadi bagian penting dari keluarga besar PK NTT.
Ia juga mengingatkan bahwa dukungan kepada ketua umum terpilih hendaknya tidak berhenti pada ucapan selamat atau seremonial pelantikan. Dukungan tersebut perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam kegiatan sosial, penguatan solidaritas antar paguyuban, serta kontribusi bagi masyarakat NTT dan Kota Batam secara luas.
“Mari kita dukung ketua umum terpilih dengan niat yang tulus. Setelah dilantik nanti, kita tidak boleh membiarkan beliau berjalan sendiri. Seluruh pengurus, para ketua kabupaten/kota, tokoh masyarakat, dan keluarga besar NTT harus bersama-sama membantu, mengingatkan, serta memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan organisasi,” ungkapnya.
Pak Uban menambahkan, tema Mubes VII PK NTT Kota Batam, yakni ‘Bersatu Dalam Musyawarah, Solid dalam Persaudaraan, Berkarya untuk Diaspora NTT yang Lebih Maju dan Bermartabat, hendaknya tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan seluruh anggota organisasi.
Baginya, persaudaraan adalah kekuatan utama masyarakat NTT di perantauan. Ketika seluruh elemen mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok, PK NTT akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan berbagai program dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Ia pun mengajak seluruh keluarga besar NTT di Kota Batam untuk menjadikan momentum pasca-Mubes VII sebagai awal yang baik dalam membangun kembali semangat kebersamaan.
“Perbedaan harus kita hormati, keputusan musyawarah harus kita hargai, dan persaudaraan harus tetap kita jaga. Mari kita tutup ruang bagi perpecahan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi dialog, kerja sama, serta pengabdian. Lima tahun ke depan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Pak Uban menyampaikan harapan agar seluruh elemen PK NTT Kota Batam memberikan kesempatan kepada Mohammad Agung Teibang untuk segera menjalankan amanah kepemimpinan setelah melalui proses pelantikan sesuai ketentuan organisasi.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh unsur 22 kabupaten/kota, tokoh masyarakat, serta keluarga besar NTT, kepengurusan periode 2026–2031 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kontribusi sosial, dan membawa PK NTT Kota Batam menjadi organisasi yang semakin solid, inklusif, dan bermartabat.
“Ini rumah kita bersama. Mari kita rawat dengan hati, kita besarkan dengan kebersamaan, dan kita majukan melalui kerja nyata. Siapa pun yang terpilih, ketika musyawarah telah menetapkan keputusan, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghormati, mendukung, dan memastikan organisasi ini berjalan demi kepentingan seluruh keluarga besar NTT,” tutup Markus Meha Sawu, yang akrab disapa Pak Uban.

