IPK Kepri dan HKTI Bersatu dalam Gerakan Peduli Lingkungan, Penanaman Mangrove Sempena HUT IPK Nasional ke-57 di Pantai Vio-Vio Barelang Dapat Dukungan Tokoh Organisasi Kepri
StrightTimes – Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kepri terus menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove yang akan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IPK Nasional ke-57. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, di Pantai Vio-Vio, Barelang, Batam.
Tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi organisasi, kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi momentum bagi IPK untuk mempertegas bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari gerakan organisasi di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kolaborasi IPK dan HKTI tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang memiliki ekosistem mangrove.
Salah satu tokoh organisasi di Kepri, Budi Lesmana, turut menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Budi yang juga menjabat sebagai Ketua OKK HKTI Provinsi Kepri menilai gerakan penanaman mangrove merupakan kegiatan positif yang perlu mendapatkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.
“HKTI sangat mendukung kegiatan penanaman mangrove ini. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kawasan pesisir,” ujar Budi.
Dukungan tersebut dinilai semakin strategis mengingat HKTI Provinsi Kepri saat ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut.
Bagi IPK dan HKTI, penanaman mangrove bukan hanya kegiatan simbolis. Keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir, membantu mencegah abrasi, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem laut dan pesisir.
Karena itu, kegiatan yang dipusatkan di Pantai Vio-Vio Barelang tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar tidak melihat kegiatan penghijauan hanya sebagai seremoni.
Sementara itu, Ketua Panitia Penanaman Mangrove, Alex Simatupang, memastikan persiapan kegiatan terus dimatangkan. Hingga saat ini, persiapan secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
“Persiapan secara keseluruhan sudah mencapai 90 persen. Bibit mangrove di lokasi penanaman juga sudah dipersiapkan,” ujar Alex.
Tidak hanya mempersiapkan bibit dan lokasi penanaman, panitia juga tengah menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis lainnya. Pemasangan spanduk kegiatan di sepanjang jalur menuju lokasi, mulai dari simpang Kepribadian Mall hingga kawasan Barelang, juga terus dikebut.
Alex mengatakan pemasangan spanduk tersebut hampir seluruhnya rampung dan ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan kegiatan pada Selasa, 8 September 2026.
“Kami perkirakan sebelum hari H pada Selasa, 8 September, sudah selesai semua,” katanya.
Kegiatan tersebut juga semakin memiliki makna karena sosok yang dipercaya sebagai Ketua Panitia, Alex Simatupang, memiliki rekam jejak cukup panjang dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Alex sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NGO AMPHIBI (Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan) periode 2020–2023. Selama berkecimpung di organisasi lingkungan, dirinya terlibat dalam berbagai kegiatan penghijauan, rehabilitasi kawasan serta gerakan pelestarian lingkungan di sejumlah wilayah Indonesia.
Sejumlah kegiatan yang pernah diikutinya bahkan berkaitan dengan pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), di antaranya kegiatan penanaman mangrove di atas kawasan yang sebelumnya merupakan area sampah serta penanaman mangrove hingga kedalaman 100 meter di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Pengalaman tersebut turut memperkaya langkah Alex dalam mengorganisir kegiatan lingkungan, termasuk kegiatan penanaman mangrove yang akan dilaksanakan IPK bersama HKTI di Pantai Vio-Vio Barelang.
Tidak berhenti di Pulau Jawa, kiprah Alex dalam gerakan penghijauan juga pernah dilakukan di Sumatera. Bersama Koordinator Satgas Ekologi Sumatera Utara, Pastor Walden Sitanggang, Alex turut terlibat dalam upaya penghijauan kembali kawasan Hutan Lindung Tele, Kabupaten Samosir, yang mengalami kerusakan akibat pembukaan hutan.
Di kawasan Pusuk Buhit, Samosir, Alex juga dipercaya sebagai Project Director Penghijauan Pusuk Buhit. Program tersebut dilakukan melalui penanaman ribuan pohon mangga dan alpukat bersama Yayasan Pusuk Buhit.
Dengan pengalaman tersebut, kegiatan penanaman mangrove di Pantai Vio-Vio Barelang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari dalam rangka memperingati HUT IPK Nasional ke-57. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik gerakan lingkungan yang berkesinambungan.
IPK ingin menjadikan momentum hari jadi organisasi bukan hanya sebagai ajang berkumpul dan memperkuat solidaritas internal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Kolaborasi bersama HKTI menjadi salah satu bentuk bahwa persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, kelompok tani, pemerintah, komunitas lingkungan dan masyarakat dapat bergerak bersama dalam menjaga keberlangsungan kawasan pesisir.
Panitia juga mempersiapkan penyambutan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pimpinan daerah diharapkan semakin memberikan energi positif bagi gerakan penghijauan dan kepedulian lingkungan di wilayah Kepulauan Riau.
Pada akhirnya, penanaman mangrove di Pantai Vio-Vio Barelang diharapkan meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar seremoni HUT organisasi: bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan membutuhkan tindakan nyata.
Melalui semangat HUT IPK Nasional ke-57, IPK bersama HKTI ingin menanam lebih dari sekadar bibit mangrove. Ada harapan, kepedulian dan komitmen yang turut ditanam untuk masa depan kawasan pesisir Batam dan Kepulauan Riau.
Panitia pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung kegiatan tersebut agar berjalan lancar dan memberikan dampak positif. Sebab, ketika sebuah organisasi memilih menanam pohon, yang ditanam bukan hanya akar di tanah, tetapi juga harapan agar lingkungan tetap lestari bagi generasi yang akan datang.

