Liburan ke Batam, Uang Habis, WNA Asal Malaysia Aliong Nekat Merampok Seorang Ibu Pengendara Toyota Rush dengan Senjata Softgun, Korban Berhasil Meloloskan Diri, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi!
StrightTimes – Niat awal datang ke Kota Batam untuk berlibur, seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Koh Chinleong alias Aliong, justru berakhir di tangan aparat kepolisian. Diduga kehabisan uang untuk kembali ke negara asalnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun di Malaysia itu nekat melakukan aksi perampokan terhadap seorang ibu pengendara mobil Toyota Rush dengan menggunakan senjata jenis softgun.
Beruntung, aksi pelaku tidak berjalan mulus. Korban yang berada dalam situasi mencekam berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari mobil dan meminta pertolongan warga. Sementara itu, pelaku akhirnya berhasil diringkus polisi dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Fakta mengejutkan terungkap dari hasil pemeriksaan penyidik Unit Satreskrim Polresta Barelang. Koh Chinleong diketahui sudah tiga kali keluar masuk Kota Batam dengan menggunakan paspor berstatus sebagai pelancong.
Bahkan, tersangka disebut cukup mengenal kondisi Kota Batam karena beberapa kali datang untuk menghabiskan waktu libur, khususnya pada akhir pekan.
Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Tri Poerbowo, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka bukan kali pertama menginjakkan kaki di Batam.
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini sudah tiga kali keluar masuk Batam. Dia datang menggunakan paspor sebagai pelancong,” ungkap Agung saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolresta Barelang, Jumat (6/11/2026).
Agung menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui masuk ke Batam sekitar 15 September 2026. Selama berada di Batam, pria berkewarganegaraan Malaysia tersebut tinggal di Apartemen Bayerina Harbourbay.
Awalnya, kedatangan tersangka ke Batam disebut hanya untuk berlibur. Namun, kondisi keuangan yang semakin menipis diduga membuat tersangka kehilangan akal. Tidak memiliki cukup uang untuk kembali ke Malaysia, ia justru memilih jalan kriminal dengan menyasar seorang perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga mencari korban secara acak. Tidak ada hubungan maupun persoalan sebelumnya antara pelaku dan korban. Aksi tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan situasi ketika korban sedang lengah.
Peristiwa bermula saat korban baru saja selesai membayar pajak kendaraan di Samsat Corner Harbour Bay, Kecamatan Batuampar. Setelah menyelesaikan urusannya, korban kemudian berjalan menuju mobil Toyota Rush miliknya.
Namun, saat korban hendak masuk ke dalam kendaraan, tersangka diduga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut masuk ke mobil. Tanpa disadari korban, situasi yang semula biasa saja berubah menjadi ancaman serius.
Setelah berhasil berada di dalam kendaraan, tersangka kemudian membawa mobil tersebut meninggalkan kawasan Harbour Bay. Korban selanjutnya dibawa berkeliling hingga menuju kawasan Bukit Senyum, Batuampar.
Di tengah perjalanan, suasana semakin mencekam. Tersangka diduga mengancam korban menggunakan senjata api jenis softgun sembari meminta korban segera mengirimkan sejumlah uang kepada anaknya.
Dalam kondisi ketakutan dan terancam, korban berusaha mencari kesempatan untuk menyelamatkan diri. Keberanian korban akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil keluar dari mobil dan melarikan diri untuk mendapatkan pertolongan warga sekitar. Kegagalan aksi tersebut kemudian berujung pada penangkapan tersangka oleh jajaran Polresta Barelang.
Dari hasil pemeriksaan sementara, senjata tersebut diduga diperoleh tersangka dari seorang sekuriti apartemen dengan cara membeli seharga Rp1 juta. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa kejahatan dapat terjadi dengan berbagai modus dan menyasar siapa saja.

