Silaturahmi Pengurus INTI Kepri, Merajut Kebersamaan Pengurus Lama dan Baru dalam Semangat Pengabdian dan Persaudaraan, Diinisiasi Dewan Penasihat Bapak Cun Heng INTI Kepri Hadirkan Pertukaran Seni dan Budaya Bela Diri bersama Shaolin China di Batam dan Karimun
StrightTimes — Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan silaturahmi pengurus lama dan pengurus baru Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar di Vanilla Hotel, Batam. Rabu 7 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi antara jajaran pengurus dalam melanjutkan roda organisasi ke depan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris INTI Kepri, Nurhayati. Dalam kesempatan tersebut, Nurhayati memperkenalkan susunan kepengurusan serta nama-nama pengurus yang akan mengisi berbagai bidang di dalam organisasi, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Dewan Penesahat Perkenalan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi dan memastikan setiap bidang memahami peran serta tanggung jawabnya masing-masing.
Selain memperkenalkan struktur organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang perkenalan bagi para calon pengurus yang akan bergabung dalam kepengurusan baru INTI Kepri. Kehadiran wajah-wajah baru diharapkan membawa energi, gagasan, dan semangat baru untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas manfaat INTI bagi masyarakat.
Ketua INTI Kepri, Piter Tanjaya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus baru yang telah bersedia mengambil bagian dalam perjalanan organisasi. Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah menjalankan berbagai program dan meletakkan fondasi bagi keberlanjutan organisasi.
“Selamat kepada pengurus yang baru bergabung. Selamat melanjutkan program-program yang sudah dilakukan oleh pengurus sebelumnya. Apa yang sudah baik kita lanjutkan, apa yang masih perlu kita tingkatkan bersama-sama. Organisasi ini bukan milik satu atau dua orang, tetapi milik kita bersama,” ujar Piter.
Menurut Piter, pergantian atau penyegaran kepengurusan bukanlah sebuah pemisah antara pengurus lama dan pengurus baru. Sebaliknya, proses tersebut harus dimaknai sebagai kesinambungan perjuangan untuk membuat INTI Kepri semakin kuat, semakin terbuka, dan semakin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Piter menegaskan, INTI merupakan organisasi kebangsaan yang memiliki ruang pengabdian yang luas. Karena itu, kiprah organisasi tidak hanya berkutat pada kegiatan internal maupun sosial kemasyarakatan, tetapi juga harus mampu menjangkau bidang pendidikan, kebudayaan, kemanusiaan, serta kegiatan yang memperkuat persatuan masyarakat.
“Kita ingin kontribusi INTI Kepri semakin bertambah. Semangat kita adalah semangat kebangsaan, semangat yang universal. Kita ingin keberadaan INTI Kepri kepada masyarakat luas. Karena kita semua adalah bagian dari Indonesia,” kata Piter.
Ia mengatakan, kegiatan kemanusiaan yang selama ini menjadi bagian dari perhatian INTI Kepri akan terus dikembangkan. Salah satu bidang yang dinilai penting untuk diperkuat adalah pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Piter juga menyinggung salah satu langkah yang telah dilakukan INTI Kepri pada 2024, yakni mengirimkan penerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke China. Program tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa organisasi berupaya membuka akses dan kesempatan pendidikan bagi generasi muda sekaligus memperluas wawasan dan hubungan antarbangsa.
“Kita sudah mulai masuk ke bidang pendidikan. Tahun 2025 kita juga sudah mengirimkan beasiswa ke China. Ke depan, tentu program seperti ini harus kita pikirkan bagaimana bisa terus berkembang, sehingga semakin banyak anak-anak muda yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, menambah wawasan, kemudian kembali memberikan kontribusi untuk Indonesia,” tutur Piter.
Selain bidang pendidikan dan kemanusiaan, INTI Kepri juga terus mendorong pengembangan kegiatan pertukaran budaya, salah satunya melalui seni bela diri. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan pengurus dengan rencana menghadirkan tamu dari Shaolin, China, pada 21–23 November 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiasi Dewan Penasihat INTI Kepri, Bapak Cun Heng Alex Ng, yang diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan persahabatan melalui seni bela diri.
Rencananya, kegiatan tersebut akan dikemas sebaik mungkin hingga sukses yang dilaksanakan di Batam dan Karimun, dengan melibatkan berbagai perguruan seni bela diri. Sejumlah seni bela diri Indonesia, seperti Tarung Derajat, pencak silat, karate dan lain-lain, akan tampil bersama dengan seni bela diri dari Shaolin dalam rangkaian atraksi dan ekshibisi sparing. Selain menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan keberagaman tradisi bela diri, menanamkan nilai sportivitas dan persaudaraan, serta menjadikan budaya sebagai jembatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Piter berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pertunjukan bela diri, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan antarkomunitas dan memperkenalkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, sportivitas, serta kebudayaan kepada generasi muda. Menurutnya, pertukaran budaya dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam semangat kebersamaan.
“Kalau kita bisa mempertemukan berbagai bela diri, baik dari Shaolin maupun bela diri yang ada di Indonesia, seperti silat dan Tarung Derajat, tentu akan menjadi sesuatu yang menarik. Bukan untuk menunjukkan siapa yang paling kuat, tetapi bagaimana kita bisa saling mengenal, saling menghargai, dan membangun persahabatan melalui budaya,” ujar Piter.
Dalam kegiatan silaturahmi tersebut turut hadir Dewan Penasehat Datok Amat Tantonso, Nurdin Basirun serta Koordinator INTI Batam, Willy Santoso, dan Koordinator INTI Karimun, Agustyawarman. Kehadiran jajaran koordinator dari kedua wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi organisasi, sehingga program INTI Kepri ke depan dapat berjalan lebih terarah, sinergis, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui silaturahmi pengurus lama dan pengurus baru ini, INTI Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesinambungan organisasi. Semangat kebersamaan, kemanusiaan, pendidikan, kebudayaan, dan kebangsaan diharapkan menjadi fondasi dalam perjalanan kepengurusan ke depan, dengan satu tujuan utama menjadikan INTI Kepri semakin hadir, semakin bermanfaat, dan semakin kuat memberikan kontribusi bagi masyarakat serta Indonesia.

