Ketua RMB Kepri Sofyan Abdillah Lamanepa Prihatin atas Blackout Batam, Apresiasi Investigasi Bareskrim Polri dan Polda Kepri serta Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
StrightTimes — Ketua Dewan Pengurus Pusat Rumpun Melanesia Bersatu Kepulauan Riau (DPP RMB Kepri), Sofyan Abdillah Lamanepa, menyampaikan keprihatinan atas pemadaman listrik atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026).
Peristiwa tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kegiatan dunia usaha. Menyikapi kejadian itu, DPP RMB Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan informasi yang valid, serta bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.
Sikap tersebut merupakan hasil pencermatan terhadap sejumlah isu sosial yang menjadi perhatian publik belakangan ini, sekaligus hasil rapat internal organisasi DPP RMB Kepri yang kemudian dituangkan dalam pernyataan sikap resmi.
Sofyan menegaskan, RMB Kepri memahami keresahan masyarakat akibat gangguan pasokan listrik yang terjadi. Menurutnya, kejadian yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat tersebut perlu ditangani secara serius, profesional, dan transparan agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas.
Di sisi lain, ia menilai bahwa dampak blackout tidak hanya dirasakan melalui terganggunya aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan berbagai reaksi di ruang publik, termasuk kritik dan perdebatan yang berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pelayanan publik.
“Pada prinsipnya, kami turut prihatin atas kejadian blackout yang berdampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam. Kami memahami keresahan masyarakat. Namun, kami juga berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijaksana, dengan tetap mengedepankan fakta, informasi yang akurat, serta proses investigasi yang berjalan,” demikian sikap DPP RMB Kepri.
Apresiasi Langkah Investigasi Bareskrim Polri dan Polda Kepri
Dalam pernyataan sikapnya, DPP RMB Kepri menyatakan dukungan terhadap langkah investigasi yang dilakukan pihak internal PLN Batam bersama tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Polri, Polda Kepri, serta Laboratorium Forensik Polri.
DPP RMB Kepri berharap rangkaian pemeriksaan dan investigasi tersebut dapat mengungkap penyebab pasti terjadinya pemadaman listrik secara objektif, profesional, dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Sofyan, keterlibatan aparat penegak hukum dan tim laboratorium forensik dalam proses investigasi merupakan bagian penting untuk memastikan setiap dugaan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diuji berdasarkan bukti dan fakta.
“Kami mengapresiasi langkah investigasi yang dilakukan Bareskrim Polri, Polda Kepri, Laboratorium Forensik Polri, serta pihak terkait. Kami berharap proses ini berjalan secara profesional dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat, sehingga penyebab kejadian dapat diketahui secara terang dan tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterbukaan informasi mengenai hasil investigasi sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait dalam meningkatkan keandalan pelayanan kelistrikan di masa mendatang.
Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Selain menyampaikan dukungan terhadap investigasi, DPP RMB Kepri mengajak seluruh komponen masyarakat Kepulauan Riau, khususnya warga Kota Batam, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah.
Sofyan mengingatkan bahwa kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan menjadi masukan penting bagi penyelenggara pelayanan publik. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, serta tidak disertai penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi melalui media sosial. Informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya sebaiknya tidak langsung disebarluaskan karena dapat memunculkan kesalahpahaman, memperbesar keresahan, bahkan menimbulkan kepanikan publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, cerdas menggunakan media sosial, dan mengutamakan informasi dari sumber-sumber resmi. Silakan menyampaikan kritik dan aspirasi, tetapi mari kita lakukan secara santun, objektif, dan bertanggung jawab. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kondusivitas bukan berarti membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Sebaliknya, ruang kritik yang sehat perlu dibangun seiring dengan komitmen terhadap kebenaran informasi, penghormatan terhadap hukum, serta kepentingan bersama.
Jaga Batam sebagai Bandar Dunia Madani
DPP RMB Kepri berharap peristiwa blackout dapat menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun komunikasi yang terbuka antara penyelenggara layanan dan masyarakat.
Sofyan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Batam dan Kepulauan Riau sebagai daerah yang aman, harmonis, dan kondusif, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang modern dan sejahtera.
Menurutnya, stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat penegak hukum, penyelenggara pelayanan publik, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga suasana yang sejuk serta memastikan persoalan publik diselesaikan melalui mekanisme yang tepat.
“Harapan kami, persoalan ini dapat dituntaskan melalui investigasi yang profesional dan terbuka. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas, sementara semua pihak hendaknya memberikan ruang bagi proses pemeriksaan untuk berjalan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.
DPP RMB Kepri menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut disampaikan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur kemanusiaan, semangat kebinekaan, persaudaraan, serta penghormatan terhadap hukum yang berlaku.
Melalui sikap tersebut, RMB Kepri berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.

